Warga mengeluhkan kondisi trotoar di Hutan Kota Selong yang sudah rapuh, bahkan sebagian telah roboh. Mereka menyebut kondisi ini telah terjadi bertahun-tahun tanpa perbaikan.
"Sudah lama kondisinya parah seperti ini, sudah bertahun-tahun tidak pernah di perbaiki," ujar salah seorang warga, Opik (28), Kamis (2/4/2026).
Pantauan detikBali, trotoar yang mengelilingi Hutan Kota Selong tampak berlubang akibat penutup drainase yang sudah rapuh. Trotoar tersebut berada di depan kantor bupati dan mengelilingi kawasan hutan kota, dengan kondisi yang sebagian besar berlubang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lokasi juga terlihat tumpukan dedaunan dan sampah yang tercampur dengan air buangan. Kondisi itu membuat pejalan kaki enggan melintasi trotoar karena khawatir terjatuh.
"Jarang warga lewat sini, kalau lewat dari trotoar ini harus loncat-loncat menghindari lubang. Menurut saya ini bisa membahayakan pejalan kaki," imbuh Opik.
Opik mengungkapkan, pada hari yang sama, seorang warga sempat terjatuh saat berada di sekitar trotoar tersebut. Beruntung, korban tidak mengalami luka.
"Tadi pagi ada yang jatuh, dia hanya duduk ngonkrong ngopi, tiba-tiba saja jatuh. Hanya basah pakainya kena air buangan, beruntung orangnya baik-baik saja," pungkasnya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kalau bisa diperbaiki lah, karena ini sudah membuat orang terjatuh. Jangan sampai menunggu ada korban lagi berikutnya," imbuhnya.
(dpw/dpw)










































