Penanganan Banjir Rob Jangka Pendek, Pemkot Mataram Pasang Geobag-Batu Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melakukan penanganan jangka pendek banjir rob yang melanda Lingkungan Bugis, Kecamatan Ampenan. Salah satu langkah yang ditempuh yakni pemasangan geobag dan batu boulder sepanjang sekitar 1 kilometer di kawasan pesisir.
"Untuk jangka pendek, kami akan memasang geobag di beberapa titik. Kami khawatirkan (banjir rob) ini masih terjadi. Mudah-mudahan hari ini bisa datang. Bisa kita kerjakan (geobag) dari BWS," kata Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, saat diwawancarai seusai meninjau kerusakan akibat banjir rob di Ampenan, Kamis (22/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain geobag, Pemkot Mataram juga memastikan pemasangan batu boulder akan diperpanjang pada 2026. Batu boulder dipasang kembali di titik-titik dengan tingkat abrasi tinggi dan pengerjaannya telah dikoordinasikan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS).
"Akan dipasang lagi di titik-titik yang memang abrasi cukup tinggi. Pemasangan batu bouldernya sudah dipastikan sama BWS," sambungnya.
Tak hanya fokus pada penanganan fisik, Pemkot Mataram juga mendirikan posko pengungsian serta dapur umum untuk warga terdampak di Lingkungan Bugis.
"Beberapa pekan ini kami akan standby-kan BPBD dan Dinsos, untuk mempersiapkan logistik. (Kami) mempersiapkan dapur kemudian tenda untuk menyuplai logistik selama masa kedaruratan ini," tegas Mohan.
Data sementara mencatat sebanyak 18 rumah warga mengalami kerusakan akibat diterjang ombak setinggi lebih dari lima meter pada Kamis dini hari. Kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat.
"18 rumah yang terdampak cukup parah. Untuk intervensi rumah, kami tunggu reda dulu. Kami juga sudah usulkan satu blok di Rusunawa (Bintaro), sehingga bisa permanen disitu," jelas Mohan.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning menyampaikan penanganan jangka pendek difokuskan pada pemasangan geobag yang kemudian diperkuat dengan batu boulder hasil kolaborasi Pemkot dan BWS.
"Nanti kolaborasi dari BWS (dengan) batu boulder dan kami juga ada batu boulder. Tinggal nanti kesepakatan membagi wilayah saja. Untuk geobag kalau bisa 10 ribu, ini skenario dulu, kemudian baru ditindih oleh batu boulder. Mudah-mudahan bisa diberikan 10 ribu," kata Lale.
Lale memperkirakan, geobag dan batu boulder akan dipasang sepanjang 1 kilometer, dari Lingkungan Bugis hingga Pondok Prasi.
"(Untuk anggaran) kalau dari kami untuk saat ini Rp 400 juta. Kami belum tahu anggarannya BWS berapa nanti," tandasnya.
(nor/nor)










































