Sebanyak 25 kepala keluarga (KK) di Lingkungan Bugis, Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), terdampak banjir rob. Sedikitnya lima rumah warga rusak parah akibat hempasan gelombang setinggi lebih dari 5 meter yang terjadi pada Rabu (21/1/2026) malam.
Salah seorang warga, Nuri Aprianti, mengatakan banjir rob datang secara tiba-tiba saat malam hari. Ia tidak sempat menyelamatkan barang-barang di dalam rumah.
"Saya kaget banget, kejadiannya cepat sekali, masuk waktu Isya' ombak sudah tinggi-tingginya. Selang beberapa waktu, ombaknya langsung meledak, kamar anak saya hancur, semua habis," kata Nuri kepada detikBali, Kamis (22/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nuri mengaku hanya berhasil menyelamatkan telepon genggam miliknya. Ia memperkirakan kerugian akibat kejadian itu mencapai ratusan juta rupiah.
"Mungkin ratusan juta, soalnya benar-benar hancur. Barang-barang juga ndak ada sisanya. Uang saya hanyut, habis semua," ujarnya.
Warga lainnya, Sapoan, juga mengaku rumahnya dihantam gelombang besar sejak Rabu malam hingga dini hari. Ia khawatir kondisi rumahnya semakin parah jika gelombang tinggi kembali terjadi.
"Takut pasti, takut tembok jebol, kalau nanti malam gelombang tinggi lagi, tembok saya pasti jebol," katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Muzaki, menyebutkan sementara ada lima rumah warga yang mengalami kerusakan.
"Dari data kami ada 5 rumah rusak (dan kemungkinan akan bertambah)," kata Muzaki.
Banjir di Jempong Baru
Selain banjir rob, banjir juga merendam Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Mataram, pada Rabu malam. Dinas PUPR Kota Mataram menyebut banjir setinggi paha orang dewasa terjadi akibat kepungan air dari sungai, kiriman dari Perampuan, serta air laut yang pasang.
"Permukaan air laut juga lebih tinggi," kata Kepala Dinas PUPR Mataram, Lale Widiahning.
Pantauan detikBali, banjir membawa sampah dan kayu, merendam permukiman warga hingga Jalan Lingkar Selatan. Dinas PUPR berencana membangun kolam retensi untuk mengendalikan banjir dengan anggaran sekitar Rp 1 miliar.
(dpw/dpw)










































