Warga hingga nelayan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), diminta untuk menjauhi area pesisir. Saat ini, Mataram tengah menghadapi fenomena El Nino yang berpotensi memicu angin kencang, luapan air sungai, hujan lebat, hingga banjir rob.
"Kondisi saat ini dipengaruhi oleh El Nino dengan kategori hidrometeorologi basah. Pemprov NTB sudah meminta seluruh kabupaten/kota untuk segera menetapkan status siaga darurat," kata Plt Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Muzaki, Senin (19/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muzaki mengungkapkan Mataram masih berada pada status siaga. Menurutnya, peningkatan status menjadi siaga darurat bencana ditetapkan oleh kepala daerah masing-masing.
"Akan dikonsultasikan lebih lanjut dengan pimpinan untuk peningkatan status menjadi siaga darurat agar selaras dengan daerah lain," imbuhnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah NTB untuk periode 15-31 Januari 2026. Adapun, ketinggian gelombang diprediksi mencapai 2,5 meter.
"Pemerintah pusat telah memberikan peringatan untuk wilayah pesisir, khususnya bagian selatan dan utara. Termasuk juga Selat Lombok dan Selat Alas. Dengan ketinggian gelombang yang mencapai 1,25 meter hingga 2,5 meter, yang dikategorikan di atas normal," ucap Muzaki.
"Masyarakat hingga nelayan diimbau untuk tidak melaut sementara waktu, demi keamanan," imbuhnya.
BMKG memprediksi wilayah NTB berpotensi diterjang banjir rob hingga akhir Januari nanti. Wilayah Lombok yang berpotensi terdampak banjir rob, antara lain Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, hingga Labuan Lombok.
(iws/iws)










































