Ada Dugaan Korupsi, Jaksa Geledah BUMDes di Nusa Penida

Sui Suadnyana - detikBali
Kamis, 14 Apr 2022 13:03 WIB
Penggeledahan Kantor Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Mandiri, Desa Kampung Toyapakeh, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Penggeledahan dilakukan pada Rabu (13/4)
Kejari Klungkung menggeledah Kantor Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Mandiri, Desa Kampung Toyapakeh, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Rabu (13/4/2022). (dok. Kejari Klungkung)
Klungkung -

Tim jaksa penyidik dari Cabang Kejaksaan Negeri (Kejari) Klungkung di Nusa Penida melakukan penggeledahan Kantor Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Mandiri, Desa Kampung Toyapakeh, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Penggeledahan dilakukan pada Rabu (13/4/2022) sekitar pukul 11.00 WITA.

"Penggeledahan menyisir seluruh meja yang ada diruangan BUMDes, termasuk meja kerja bendahara dan brankas yang ada dibelakang meja kerja bendahara," kata Kepala Cabang Kejari Klungkung di Nusa Penida I Putu Gede Darmawan Hadi Seputra dalam keterangan tertulis kepada detikBali, Kamis (14/4/2022).

Penggeledahan BUMDes Karya Mandiri disaksikan langsung oleh Perbekel Desa Kampung Toya Pakeh Dwi Hati Susanto serta pengurus seperti direktur, manajer serta bendahara BUMDes.


Adapun berbagai barang yang didapat oleh penyidik dalam kegiatan penggeledahan tersebut antara lain berupa ratusan buku tabungan nasabah, beberapa bundel kitir tabungan nasabah, satu bundel kas umum BUMDes dari 2014 hingga 2017, buku kas dan beberapa dokumen penting lainnya. Jaksa juga menyita uang sisa kas BUMDes Karya Mandiri sebesar Rp 872.700.

"Barang-barang tersebut ditempatkan oleh penyidik pada satu container kecil dan dibawa menuju kantor Cabang Kejaksaan Negeri Klungkung di Nusa Penida sekira pukul 14.00 WITA," terang Darmawan.

Darmawan menjelaskan, dirinya telah mengeluarkan Surat Perintah Penggeledahan nomor 36/N.1.12.8/Fd.1/04/2022 tertanggal 12 April 2022. Kegiatan penggeledahan didukung oleh Tim Pengamanan Internal dari Tim Intelijen Cabang Kejari Klungkung di Nusa Penida berdasarkan surat perintah Pengamanan No. Sp.Tug-14/N.1.12.8/Dip.4/04/2022 tertanggal 13 April 2022. Tak hanya itu, Penggeledahan juga didukung oleh Tim Pengamanan dari Polsek Nusa Penida dengan surat permohonan bantuan pengamanan No. B-34/N.1.12.8/Fd.1/04/2022 tertanggal 12 April 2022.

Darmawan menjelaskan, penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan pengelolaan keuangan pada BUMDes Karya Mandiri dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor Print-21/N.1.12.8/Fd.1/03/2022. Surat tersebut tertanggal 23 Maret 2022.

Penyidikan dilakukan setelah adanya pengaduan masyarakat Desa Kampung Toya Pakeh yang memiliki tabungan pada BUMDes Karya Mandiri tidak bisa menarik uang tabungannya. Petugas pungut menyatakan tidak ada uang di BUMDEs Karya Mandiri. Dari hasil penyelidikan tim jaksa sampai ditingkatkan ke tahap penyidikan, ditemukan sejumlah fakta mengenai BUMDes Karya Mandiri. Pertama mengenai dasar pembentukan BUMDes Karya Mandiri.

BUMDes tersebut dibentuk berdasarkan Peraturan Desa (Perdes) Kampung Toyapakeh Nomor 05 Tahun 2014 tentang Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kampung Toyapakeh. Kedua mengenai dasar pengangkatan para pengurus. Pengurus organisasi BUMDes Karya Mandiri dilakukan berdasarkan Keputusan Kepala Desa Kampung Toyapakeh Nomor 12 Tahun 2014 tentang Pengangkatan Pengurus Organisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kampung Toyapakeh.

"Bahwa BUMDes Karya Mandiri sudah berdiri semenjak bulan November tahun 2014 berdasarkan Peraturan Desa Kampung Toyapakeh Nomor 05 Tahun 2014 tentang Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Kampung Toyapakeh," terang Darmawan.

BUMDes Karya Mandiri pernah menerima penyertaan modal dari 2014 hingga 2019 dari Pemerintah Desa Kampung Toyapakeh. Jumlah keseluruhan penyertaan modal tersebut sebesar Rp 1.172.888.405.

"Bahwa sumber dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Karya Mandiri adalah dari APBDes berupa modal penyertaan dan ada beberapa kali modal penyertaan yang diberikan," ungkap Darmawan.

Pada awal didirikan pada 2014, BUMDes Karya Mandiri mendapat penyertaan modal sebesar Rp 41 juta. Kemudian pada 2016 ada tiga kali pemberian modal penyertaan dari Pemerintah Desa Toyapakeh yakni pada Februari sebesar Rp.181.888.405, Oktober sebesar Rp 150 juta dan Desember sebesar Rp 50 juta.

Kemudian pada 2018, BUMDes Karya Mandiri mendapat dua kali penyertaan modal dari Pemerintah Desa Toyapakeh yakni pada Juni 2018 sebesar Rp 250 juta, September sebesar Rp 100 juta. Hal itu berdasarkan Perdes Kampung Toyapakeh Nomor 2 Tahun 2018 tentang Penyertaan Modal Desa Tahun 2018.

Terakhir, BUMDes Karya Mandiri mendapatkan penyertaan modal sebesar Rp 400 juta pada 2019. Hal itu dilakukan berdasarkan Perdes Kampung Toyapakeh Nomor 4 Tahun 2019 tentang Penyertaan Modal Desa Tahun 2019. BUMDes Karya Mandiri bergerak dalam bidang simpan-pinjam. Jika ada nasabah peminjam yang ingin membayar angsurannya atau ingin menabung, ada petugas yang memungut angsuran kredit maupun uang tabungan tersebut ke rumah-rumah.

"Dari uang-uang yang dipungut tersebut tidak langsung disetorkan kepada bendahara BUMDes, melainkan disimpan terlebih dahulu di laci meja kerja salah satu petugas pungut tersebut untuk disetorkan kemudian setiap bulannya kepada bendahara BUMDes," ungkap Darmawan.

Setelah selain waktu berjalan, beberapa kali uang yang tersimpan di laci tersebut digunakan untuk kebutuhan pribadi para petugas pungut tersebut. Petugas pungut hingga saat ini tidak dapat mempertanggungjawabkan penggunaannya.

Dari hasil penyidikan ditemukan bahwa sejak awal berdirinya BUMDes Karya Mandiri tidak membuat buku kas neraca serta sistem pengelolaan keuangannya masih dilakukan secara manual/konvensional.

Penyidik juga menemukan adanya selisih dana yang merupakan kas dalam neraca sebesar Rp 930.797.866 per 30 Juni 2020.

"Diakui oleh dua orang pegawai BUMDes uang-uang tersebut diambil dan dipergunakan untuk kepentingan/kebutuhan sehari-hari yang bersangkutan sejak tahun 2017 sampai dengan tahun 2019. Uang-uang yang diambil tersebut adalah uang tabungan dari para nasabah penabung serta uang angsuran dari para nasabah kredit yang belum disetorkan kepada bendahara BUMDes oleh para petugas tersebut," papar Darmawan.

"Namun untuk jumlah pasti yang merupakan nilai kerugian negara saat ini penghitungan kerugian negara sedang dilakukan oleh Tim Inspektorat Kabupaten Klungkung," jelasnya.



Simak Video "Potensi Klungkung Bali Jadi Sport Tourism yang Memesona"
[Gambas:Video 20detik]
(nke/nke)