Diduga Korupsi, Eks Bendahara BUMDes Pucak Sari Buleleng Ditahan

Made Wijaya Kusuma - detikBali
Kamis, 07 Apr 2022 19:39 WIB
Tersangka korupsi BUMDes Gema Matra Pucak Sari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Periode 2012-2014 berinisial NPM saat digiring menuju mobil tahanan
Foto: Made Wijaya Kusuma
Buleleng -

Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng, Kamis (7/4/2022) akhirnya menahan mantan Bendahara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gema Matra Pucak Sari, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Ni Putu Masdarini alias NPM (48).

Sebelum dijebloskan ke tahanan, tersangka kasus korupsi pengelolaan keuangan di BUMDes Pucak Sari, itu terlebih dahulu menjalani pemeriksaan administrasi dan kesehatan di kantor Kejari Buleleng.

Selanjutnya sekitar pukul 15.30 WITA, tersangka dibawa untuk kemudian dilakukan penahanan.


Kasi Intelijen Kejari Buleleng, Anak Agung Ngurah Jayalantara mengatakan, penahanan terhadap tersangka dilakukan selama 20 hari ke depan di Polsek Sawan.

Kata Jayalantara, ada dua dasar pertimbangan tersangka ditahan. Pertama, selain ancaman hukuman di atas 5 tahun.

Kedua, apabila tidak ditahan oleh penyidik, pihaknya khawatir tersangka dapat menghilangkan barang bukti atau melarikan diri sehingga akan mempersulit proses penyidikan hingga tahap selanjutnya yaitu persidangan.

"Jadi untuk mempermudah penanganan penyidikan, penyidik mengambil sikap untuk melakukan penahanan dengan pertimbangan materiil maupun formil" Ungkap Jayalantara saat ditemui usai mengantar tersangka ke mobil tahanan kejaksaan untuk kemudian ditahan di Polsek Sawan.

Selain itu, Jayalantara menambahkan saat selesai pemeriksaan, diketahui jika tersangka NPM melakukan dugaan tindak pidana korupsi tersebut dengan cara tidak menyetorkan uang transaksinya tersebut ke bank.

Tersangka beralasan karena jarak antara bank tempat menyetorkan uang dengan BUMDes Desa Pucaksari cukup jauh.

"Modus operandinya yakni tidak menyetorkan uang transaksi kas BUMDes ke Bank, dengan alasan jaraknya yang cukup jauh. Akan tetapi ternyata uangnya tersebut digunakan untuk keperluan pribadinya sendiri" Jelas Jayalantara

Sementara, atas perbuatan NPM, mengakibatkan timbulnya kerugian di BUMDes Pucak Sari dengan nilai sekitar Rp 113 Juta lebih.

"Dari perkirakan kerugian tersebut sudah ada pengembalian uang sekitar Rp 21 juta. Sisanya akan dihitung pada saat narasi uang pengganti,"ungkapnya.

Jayalantara menjelaskan, perkara yang menjerat NPM ini masih memiliki kaitan dengan atasannya (Mantan ketua BUMDes Gema Matra Pucuk Sari I Nyoman Jinarka) yang kini sudah berstatus sebagai terpidana.

"Total kerugian keseluruhannya sebesar Rp 250 juta.Namun berdasarkan ketetapan hakim dibagi menjadi dua porsinya. Tersangka NPM sendiri diperkirakan menanggung kerugian sekitar 113 juta" Imbuhnya

Selanjutnya, atas perbuatannya NPM disangkakan dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Junto Pasal 55 ayat (1) KUHP Junto pasal 18 Undang-Undang tindak pidana korupsi.

"Untuk tahap selanjutnya (pemberkasan) oleh tim penyidik, nanti berkas akan dikirim ke penuntut umum untuk dilakukan penelitian. Penuntut umum akan melakukan pemeriksaan secara formil dan materil, Jika memenuhi maka akan segera dilimpahkan ke Pengadilan" pungkas Jayalantara



Simak Video "Momen Presiden Peru Diperiksa Terkait Kasus Korupsi!"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)