BKSDA Bali: Pendakian Bule Amerika yang Tewas di Batur Ilegal

Agus Eka - detikBali
Rabu, 11 Mei 2022 01:30 WIB
Ilustrasi pendaki Gunung Batur
Ilustrasi pendaki Gunung Batur (Foto : Dok.detikcom)
Bangli -

Pernyataan mengejutkan disampaikan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Bali, pasca tewasnya Robert Evans, (70) pendaki asal California, Amerika Serikat (AS) yang jatuh terperosok ke dalam jurang sedalam 50 meter,

Selaku pengelola Taman Wisata Alam Gunung Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli, pihak BKSDA menyebut jika aktivitas pendakian yang dilakukan bule asal AS, pada Minggu (8/5/2022)lalu illegal. Kok bisa?

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Bali, Sulistyo Widodo menjelaskan, aktivitas pendakian dikatakan illegal, karena jalur pendakian di taman wisata alam Gunung Batur sebetulnya masih ditutup untuk umum sejak 2020 lalu.


Praktis, pihaknya melarang aktivitas pendakian untuk sementara waktu sampai ada keputusan untuk dibuka lagi.

"Proses hukum diserahkan ke pihak berwenang kepolisian. Karena aktivitas itu (pendakian ilegal)," ujar Sulistyo Widodo, Selasa (10/5) malam.

Ia tidak menampik pendakian secara ilegal memungkinkan terjadi lantaran Gunung Batur bisa diakses dari berbagai arah. Jangkauan petugas jaga terbatas mengingat area taman wisata yang terbuka dan luas.

Imbuh Sulistyo Widodo, banyaknya akses untuk mencapai puncak Batur juga memicu munculnya beberapa kasus yang sempat heboh beberapa waktu lalu di Gunung Batur.

Mulai dari kasus asusila pasangan bule pada April 2021, hingga kasus pria bule menari bugil di puncak Batur pada April 2022 lalu.

Selain itu, pada Juli 2021 lalu, kata Sulistryo Widodo, juga pernah dilaporkan insiden dua pendaki tersangkut di jurang Gunung Batur gara-gara terpeleset. Sulistyo mengakui kesadaran masyarakat untuk taat aturan masih sangat rendah.

Saat kasus video WN Kanada menari bugil di Batur, Sulistyo juga sempat menyinggung terkait jalur pendakian Gunung Batur yang masih ditutup sementara.

"Dari kantor Balai KSDA belum ada (tanda-tanda pendakian dibuka," tegasnya.

Untuk itu dengan sederet kejadian turis menari bugil hingga pendaki tewas, BKSDA meminta pada masyarakat maupun wisatawan agar menunda pendakian sampai situasi kembali kondusif.

"Hal ini tidak lain hanya untuk tujuan mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal buruk,"tukasnya. (*)



Simak Video "Bule Telanjang di Gunung Batur Diperiksa Imigrasi, Segera Dideportasi"
[Gambas:Video 20detik]
(dpra/dpra)