Gepeng Penjual Tisu di Kuta Diamankan Buntut Turis Dilecehkan

Sui Suadnyana - detikBali
Minggu, 24 Apr 2022 11:24 WIB
Sebanyak 50 orang gelandangan dan pengemis (gepeng) dengan modus sebagai penjual tisu di Pantai Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung diamankan petugas.
Petugas Sat Pol PP dan tim gabungan melakukan penertiban di Pantai Kuta, Bali. (dok. Satpol PP Badung)
Badung -

Sebanyak 50 orang gelandangan dan pengemis (gepeng) dengan modus sebagai penjual tisu di Pantai Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung diamankan petugas. Mereka diamankan buntut adanya video turis asing merasa dilecehkan yang viral di media sosial (medsos).

Sebanyak 50 orang gepeng itu diamankan dari hasil operasi selama tiga hari berturut mulai Kamis (21/4/2022) hingga Sabtu (23/4/2022). Pada Kamis, tim mengamankan 10 orang gepeng, Jumat sebanyak 28 gepeng dan Sabtu sebanyak 12 gepeng.

"Kemarin itu dapat 12, sebelumnya dapat 28, sebelumnya dapat 10. Artinya 50 total," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara saat dihubungi detikBali, Minggu (24/4/2022).


Suryanegara menuturkan, sejak adanya video viral di medsos, pihaknya langsung bergerak melakukan operasi di seputaran Pantai Kuta. Operasi ini terus dilakukan hingga seminggu ke depan. Mendekati Lebaran, akan ditempatkan berbagai petugas di pos-pos pariwisata, termasuk Pantai Kuta.

Ia juga berharap masyarakat diminta tak hanya menyampaikan keluhan semata terkait adanya gepeng modus jualan tisu tersebut. Namun ia meminta masyarakat turut mendukung dan terlibat dalam penanganannya.

"Yang pasti lingkungan masyarakat sangat mendukung dan mau terlibat, itu yang kami harapkan. Artinya masyarakat jangan hanya menyampaikan keluhan saja. Ayo dong ikut bersama, karena ini permasalahan sosial ini bukan hanya baru kali ini, supaya masyarakat itu semua ikut peduli," terangnya.

Menurut Suryanegara, penanganan gepeng modus jualan tisu tidak bisa hanya mengandalkan petugas, sebab mereka sudah jeli dan biasanya kembali menggencarkan aksinya ketika tidak ada petugas. Sementara petugas tidak mungkin bersiap di lokasi setiap saat.


"Masak petugas harus stand by, kan nggak mungkin. Makanya kami berharap masyarakat itu peduli, paling tidak mengambil gepeng itu silakan bawa saja ke kantor kami," pintanya.

Suryanegara berharap jika masyarakat bersedia membantu petugas dalam proses pengamanan gepeng berkedok jualan tisu tersebut. Masyarakat hanya membantu pengaman, sementara prosesnya dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Badung. Gepeng yang diamankan bakal diberikan pembinaan sebelum diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Badung.

"Kalau memang bisa dibantu bawa ke kami, biar kami yang memproses, akan melalui pembinaan dulu baru kita proses ke dinas sosial. Kalau tidak semua bergerak, kayak kucing-kucingan, datang lagi. Apalagi pelakunya itu-itu saja, dia sudah hafal. Jangankan kita turun, baru kelihatan bajunya sudah lari. Kalau masyarakat kan besar peluang mereka untuk menyingkirkan mereka-mereka yang berperilaku tidak baik itu," ungkapnya.

Terlebih menurut Suryanegara, pengelolaan Pantai Kuta sudah diserahkan ke desa adat. Mereka sudah memiliki satuan tugas (satgas) pantai, Jagabaya dan pecalang. Ia meminta seluruh komponen ini ikut bergerak dalam melakukan penanganan terhadap gepeng sehingga tidak meresahkan wisatawan.

"Karena percuma jadi pengelola kalau mereka hanya mengatur di internal, sedangkan untuk kenyamanan tamu wisatawan ya seperti terabaikan. Kita semua punya tanggung jawab bukan hanya Satpol PP, mari kita bergerak bersama demi nama baik Kuta khususnya," ajak Suryanegara.

Sebelumnya, sebuah video yang beredar di media sosial viral Jumat (22/4/2022). Bule perempuan yang belum diketahui identitasnya itu mengeluh orang orang sekitarnya mengganggunya saat berjalan di Pantai Kuta, Bali. Ia menyebut dirinya telah dilecehkan saat berjalan di pantai.

Hal itu diduga terkait dengan keberadaan pedagang pantai yang memaksanya membeli. Perempuan berkacamata itu menyebut Kuta adalah yang terburuk, dan ia berjanji bahwa ia tak akan pernah lagi kembali ke Kuta, bahkan ke Bali.



Simak Video "Pria di Bali Sulap Sampah Rumah Tangga Jadi Pupuk"
[Gambas:Video 20detik]
(nke/nke)