Waktu Ideal Makan Malam untuk Hindari Obesitas, Jam Berapa?

Dita Aliccia Armadani - detikSumut
Selasa, 07 Apr 2026 09:00 WIB
Foto: Ilustrasi iStock
Medan -

Banyak orang obesitas yang menghilangkan kebiasaan makan malam saat menjalani diet untuk menurunkan berat badan. Lantas jam berapa baiknya makan malam agar tubuh tetap sehat.

Dikutip detikFood dari Health, beberapa studi menyarankan bahwa makan malam lebih awal lebih baik untuk tubuh. Karena terlalu larut dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, gangguan tidur, bahkan risiko kematian lebih tinggi. Hal ini berkaitan dengan jam biologis tubuh.

Tubuh manusia bekerja berbeda antara pagi dan malam hari. Makanan yang sama bisa memberi efek berbeda tergantung waktu konsumsi. Dalam sebuah penelitian, 20 orang dewasa sehat diminta makan malam di waktu berbeda, yaitu pada pukul 18.00 dan 22.00.

Hasilnya, makan lebih malam membuat kadar gula darah lebih tinggi dan kemampuan tubuh memproses lemak menurun. Selain itu, hormon melatonin yang meningkat di malam hari juga berperan. Hormon ini membantu tubuh bersiap untuk tidur, tetapi juga dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatur gula darah.

Akibatnya, lonjakan gula darah setelah makan bisa lebih tinggi dan berlangsung lebih lama. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa orang yang makan lebih malam cenderung lebih cepat lapar dan membakar kalori lebih sedikit. Bahkan, makan larut bisa memicu perubahan pada jaringan tubuh yang mendukung penumpukan lemak.


Dari sisi tidur, waktu makan juga berpengaruh. Studi menunjukkan bahwa orang yang tidak makan setelah pukul 18.00 cenderung tidur lebih lama dibandingkan mereka yang masih makan hingga tengah malam.

Meski sebagian besar penelitian dilakukan di laboratorium, para ahli menilai kebiasaan makan malam terlalu larut tetap berpotensi meningkatkan risiko gangguan metabolisme jika dilakukan terus-menerus.




(astj/astj)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork