Waktu Terbaik Makan Malam untuk Berat Badan Ideal

Waktu Terbaik Makan Malam untuk Berat Badan Ideal

Shifa Lupiah Ajijah - detikJabar
Minggu, 05 Apr 2026 05:00 WIB
Ilustrasi makan
Ilustrasi makan (Foto: MikhailNilov/Pexels)
Bandung -

Mitos bahwa makan malam adalah musuh utama berat badan masih melekat kuat di tengah masyarakat. Di kota-kota besar seperti Bandung, di mana kuliner malam sangat menggoda, banyak orang memilih melewatkan makan malam demi menjaga bentuk tubuh. Namun, benarkah waktu makan menjadi satu-satunya faktor yang memicu kenaikan berat badan?

Melansir detikHealth, Spesialis Gizi Klinik, dr. M. Ingrid Budiman, SpGK, AIFO-K, menjelaskan bahwa perspektif mengenai makan malam harus dilihat secara menyeluruh. Hal ini mencakup jeda antara waktu makan dan waktu tidur, serta kualitas asupan yang dikonsumsi. Fokusnya bukan sekadar mengurangi frekuensi makan malam, melainkan menyelaraskan pola makan dengan jam biologis tubuh.

Kapan Waktu Optimal Makan Malam?

Banyak orang bertanya mengenai waktu terbaik untuk menyantap makan malam. Berdasarkan rekomendasi para ahli, waktu ideal berada pada rentang pukul 17.00 hingga 19.00.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menyelesaikan makan sekitar pukul 18.00 memberi kesempatan bagi sistem pencernaan untuk bekerja lebih optimal. Saat tubuh masih aktif, metabolisme mampu mengolah kalori menjadi energi, bukan menyimpannya sebagai lemak. Hal ini sejalan dengan ritme sirkadian, di mana fungsi pencernaan cenderung menurun saat malam hari.

ADVERTISEMENT

Selain waktu, kualitas makanan juga penting. Mengonsumsi makanan tinggi gula atau lemak jenuh pada malam hari tetap berisiko bagi kesehatan, meskipun dimakan pada jam yang tepat. Pada malam hari, tubuh tidak lagi membutuhkan energi besar sehingga kelebihan asupan akan lebih mudah disimpan sebagai lemak.

Pentingnya Jeda Dua Jam Sebelum Tidur

Kesalahan umum yang sering terjadi adalah langsung berbaring setelah makan. Kebiasaan ini tidak hanya berisiko meningkatkan berat badan, tetapi juga dapat memicu gangguan pencernaan seperti asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).

Tubuh membutuhkan waktu setidaknya dua jam untuk mencerna makanan dengan baik. Jika seseorang berencana tidur pukul 22.00, maka batas terakhir makan berat sebaiknya pukul 20.00. Jeda ini membantu sistem pencernaan bekerja lebih ringan dan meningkatkan kualitas tidur.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa makan terlalu dekat dengan waktu tidur berkaitan dengan peningkatan asupan kalori harian. Hal ini sering dipicu oleh emotional eating atau kebiasaan mengonsumsi camilan tinggi gula dan lemak saat malam hari. Ketika tubuh lelah, otak cenderung menginginkan makanan yang memberi kepuasan instan.

Bahaya Makan Terlalu Larut

Mengonsumsi makanan dalam porsi besar setelah pukul 22.00 dapat berdampak negatif bagi tubuh. Salah satunya adalah lonjakan kadar gula darah.

Pada malam hari, sensitivitas insulin menurun sebagai bagian dari proses alami tubuh untuk beristirahat. Akibatnya, tubuh kesulitan mengolah glukosa secara optimal. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2.

Selain itu, makan larut malam sering membuat seseorang melewatkan sarapan karena masih merasa kenyang. Pola makan yang tidak teratur ini dapat mengganggu ritme metabolisme dan keseimbangan hormon, seperti leptin (hormon kenyang) dan ghrelin (hormon lapar). Dampaknya, kontrol nafsu makan menjadi lebih sulit pada hari berikutnya.

Makan terlalu larut juga dapat mengganggu kualitas tidur. Proses pencernaan meningkatkan suhu tubuh melalui termogenesis, padahal tubuh membutuhkan suhu yang lebih rendah untuk mencapai tidur yang nyenyak (deep sleep).

Kurang tidur akibat gangguan ini dapat meningkatkan hormon kortisol (hormon stres), yang berkontribusi pada penumpukan lemak, terutama di area perut. Oleh karena itu, mengatur waktu makan malam juga penting untuk menjaga kualitas tidur dan berat badan.

Strategi Mengatur Porsi dan Jenis Makanan

Jika terpaksa makan lebih larut karena aktivitas atau pekerjaan, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan:

1. Pilih Protein dan Serat

Konsumsi sayuran hijau dan protein tanpa lemak seperti dada ayam, tahu, atau tempe. Kandungan serat membantu memperlambat penyerapan gula dan memberi rasa kenyang lebih lama.

2. Batasi Karbohidrat

Kurangi konsumsi nasi putih dalam porsi besar, makanan berbasis tepung, serta makanan manis menjelang tidur. Jika tetap membutuhkan karbohidrat, pilih sumber kompleks seperti ubi atau nasi merah dalam porsi terbatas.

3. Ubah Kebiasaan Secara Bertahap

Jika terbiasa makan tengah malam, ubah secara perlahan dengan memajukan waktu makan 15-30 menit setiap beberapa hari hingga mencapai waktu ideal.

4. Terapkan Pola Makan Seimbang

Pastikan tidak melewatkan sarapan dan konsumsi makan siang yang bergizi lengkap. Rasa lapar berlebih di malam hari sering kali disebabkan oleh kekurangan asupan di siang hari.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads