Ahli Diet Ungkap Efek Sarapan Putih Telur Selama 14 Hari

Sarah Oktaviani Alam - detikSumut
Minggu, 18 Jan 2026 08:01 WIB
Foto: Imad 786/Unsplash
Medan -

Sarapan putih telur kerap dipilih sebagai menu diet karena tinggi protein dan rendah lemak. Namun, bagaimana dampaknya jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus selama 14 hari? Seorang ahli diet mengungkap sejumlah perubahan yang bisa terjadi pada tubuh.

Mulai dari efek pada rasa kenyang, massa otot, hingga potensi kekurangan nutrisi tertentu, konsumsi putih telur saja untuk sarapan memiliki sisi positif sekaligus risiko. Karena itu, penting memahami dampaknya agar pola makan tetap seimbang dan aman bagi kesehatan.

Ahli diet, Karel Ansen, mengatakan dirinya setiap hari menyantap dua butir telur. Telur tersebut diolahnya dengan cara direbus, orak-arik, atau setengah matang, kadang dipadukan dengan sayur dan buah.

"Tidak masalah. Saya bisa melakukannya," ujarnya dikutip detikHealth dari Women's Health.

Alasan memilih putih telur cukup menggoda. Dibandingkan telur utuh, putih telur lebih rendah kalori, lemak, dan kolesterol, tetapi tetap mengandung protein tinggi.

"Dengan tiga setengah ram protein berkualitas tinggi per butir, putih telur adalah makanan utama untuk mengontrol nafsu makan dan membangun otot," jelas Ansel.

Hal-hal yang Dirasakan

1. Kenyang Lebih Lama

Awalnya, ia khawatir sarapan putih telur tidak cukup mengenyangkan. Kekhawatiran itu ternyata tidak terbukti.

Beberapa putih telur, biasanya dari dua hingga tiga butir telur, ternyata mampu membuat Ansel kenyang hingga waktu makan siang.

Putih telur tersebut kerap dicampur dengan sayuran seperti daun bawang atau bayam, ditambah satu porsi buah untuk variasi. Selama dua minggu itu, ia mengaku tidak mengalami perut keroncongan di tengah pagi.

2. Olahraga Lebih Optimal

Sebelum olahraga pagi, ia terbiasa makan makanan ringan agar tidak terasa berat di perut. Telur orak-arik dalam porsi besar biasanya tidak cocok, tetapi dua putih telur rebus justru terasa pas.

Ansel merasakan energi yang stabil selama latihan, tanpa rasa lemas yang kerap muncul setelah mengonsumsi karbohidrat seperti pisang atau roti panggang. Selain itu, tidak ada rasa begah atau kembung yang mengganggu saat berolahraga.

3. Cepat Bosan dengan Putih Telur

Meski bisa makan telur utuh setiap hari tanpa jenuh, cerita berbeda terjadi pada putih telur. Ia mengaku cepat merasa bosan.

Berbagai percobaan dilakukan, termasuk membuat oatmeal 'tanpa oat' dari campuran putih telur, pisang, susu, dan kayu manis. Tetapi, hasilnya justru mengecewakan.

Tekstur putih telur juga kerap menjadi kenyal berlebihan. Saat dibuat omelet, rasanya bahkan diibaratkan seperti plastik.



Simak Video "Video: Inovasi BRIN Ciptakan Tepung Kuning Telur Ayam Kampung"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork