Sumatera Selatan

Udara Palembang Masih Level Berbahaya, PM2.5 Sempat Tercatat 781

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Rabu, 07 Okt 2026 09:00 WIB
Foto: Ilustrasi kabut asap di Kota Palembang (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Palembang -

Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, masih berada pada level bahaya, Rabu (7/10/2026). Konsentrasi partikulat halus (PM2.5) tercatat mencapai angka tertinggi 564,2 hingga 781 mikrogram per meter kubik (µg/m³) d Stasiun PM2.5 Musi 2 dan Talang Betutu Palembang.

"Status level berbahaya tercatat mengalami peningkatan sejak pukul 00.00 WIB. Konsentrasi PM2.5 tercatat 723,8 µg/m³ dan terus meningkat hingga menembus 781 µg/m³ pukul 02.00 WIB di Stasun PM2.5 Talang Betutu," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis.

Angka PM2.5 di Talang Betutu juga masih tercatat tinggi 470,2 pukul 06.00 WIB dan 388,4 pukul 07.00 WIB.

Sementara di Stasiun PM2.5 Musi 2, angka tertinggi tercatat 564,2 µg/m³ pukul 05.00 WIB. Kemudian pukul 06.00 WIB, angka PM2.5 juga masih terpantau tinggi di kisaran 478,4 µg/m³ dan 402,2 µg/m³ tercatat 1 jam kemudian.

Dia menilai asap yang terjadi masih berasal dari kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) dan sekitarnya.

"Arah asap masih berasal dari karhutla di beberapa titik di OKI dan sekitarnya," katanya.

Kondisi udara buruk juga terlihat secara kasat mata. Sejumlah wilayah Palembang diselimuti asap, disertai bau menyengat. Tak hanya mengganggu jarak pandang dan kenyamanan, kondisi tersebut juga dirasakan langsung masyarakat.

Dampaknya juga membuat mata perih, khususnya ketika berada di luar ruangan atau saat berkendara akibat paparan asap. Dia menilai kondisi kualitas udara ini perlu menjadi perhatian. Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat konsentrasi PM2.5 masih berada pada level berbahaya.

"Warga yang harus keluar rumah disarankan menggunakan masker yang mampu menyaring partikulat halus. Selain itu, masyarakat diminta mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki kondisi tubuh sensitif terhadap polusi udara," jelasnya.



Simak Video "Kemendagri Beri Apresiasi Pemerintah Daerah Wilayah Sumatera"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork