Palembang Masih Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Berbahaya

Sumatera Selatan

Palembang Masih Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Berbahaya

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Jumat, 02 Okt 2026 15:30 WIB
Kota Palembang masih diselimuti kabut asap karhutla
Foto: Kota Palembang masih diselimuti kabut asap karhutla (Rio Roma Dhoni)
Palembang -

Kota Palembang masih diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini membuat kualitas udara di Palembang masih berada di level berbahaya, Rabu (2/10/2026).

Pantauan detikSumbagsel, di sejumlah ruas jalan di Kota Palembang tampak kabut asap masih terlihat pekat sejak pagi hingga siang hari. Seperti di kawasan Jembatan Ampera, Jalan Jenderal Sudirman serta Jalan Demang.

Salah satu pengendara motor, Nina (22) mengatakan asap cukup pekat sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Ia mengaku cemas dengan kesehatannya akibat tebalnya asap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah beberapa hari belakangan cukup pekat asapnya, kalau sedang bermotor kadang mata terasa perih. Jadi kalau bukan karena kerja saya hanya di rumah, mengurangi aktivitas di luar karena untuk menjaga kesehatan," katanya.

Ia berharap agar kebakaran cepat teratasi, sehingga kabut asap bisa hilang atau sedikit berkurang.

ADVERTISEMENT

"Iya harapannya supaya kabut asap segera hilang dan kebakaran tidak terjadi lagi," ujarnya.

Berdasarkan pantauan dari Indeks kualitas udara milik BMKG masih berada di level berbahaya. Seperti di Stasiun PM 2.5 Musi 2 dan Talang Betutu angka partikulat halus (PM2.5) masih berada di level berbahaya, Jumat (2/10/2026).

"Hari ini angka PM2.5 masih berada di level berbahaya yakni 652,7 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB di PM2.5 Musi 2. Sedangkan di PM2.5 Talang Betutu tercatat 592,5 µg/m³ yang juga pada pukul 05.00 WIB," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis.

Dia menyebut sejak dini hari, kualitas udara di Palembang berada di status level berbahaya. Hingga pagi hari status tersebut tidak berubah.

"Iya sejak dini hari berada di level berbahaya, tertinggi terjadi di pukul 05.00 WIB," ujarnya.

Ia merincikan, sejak pukul 01.00 (2/10) kualitas udara sudah berada di level hitam di angka 365,3 µg/m³. Namun setelahnya terjadi peningkatan dan tercatat angka tertingginya tercatat pada pukul 05.00 WIB yakni 652,7 699,5 µg/m³ di PM2.5 Musi 2.

Hal serupa juga tercatat di PM2.5 Talang Betutu di mana sejak pukul 01.00 WIB kualitas udah sudah berada di level berbahaya dan terlihat stabil. Namun angka tertinggi nya berada pada pukul 05.00 WIB di angka 592,5 µg/m³.

Kualitas udara sempat menurun pada level sangat tidak sehat atau merah pada pukul 10.00 WIB dan 11.00 WIB. Namun pada pukul 12.00 WIB kualitas udara kembali naik ke level berbahaya dengan angka 253,1 µg/m³.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads