Udara Palembang Kembali Memburuk, Tercatat Sangat Tidak Sehat-Berbahaya

Sumatera Selatan

Udara Palembang Kembali Memburuk, Tercatat Sangat Tidak Sehat-Berbahaya

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Jumat, 25 Sep 2026 11:01 WIB
Grafik kualitas udara di Palembang dari Stasiun PM2.5 Musi 2.
Grafik kualitas udara di Palembang dari Stasiun PM2.5 Musi 2. (Foto: Istimewa/BMKG)
Palembang -

Kualitas udara Palembang kembali memburuk. Tak hanya terlihat dari data harian milik BMKG, secara visual hingga pukul 10.00 WIB, asap masih terlihat pekat di berbagai wilayah. Bahkan, jarak pandang pun terbatas.

Pantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, kualitas udara Palembang memburuk sejak Jumat (25/9/2026) dini hari. Bahkan kembali masuk kategori hitam atau berbahaya, setelah dalam beberapa hari terakhir tercatat sedang-tidak sehat.

"Kualitas udara pada dini hari sempat masuk kategori berbahaya dengan angka PM2.5 sebesar 264,5 µg/m³ pukul 01.00 WIB," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Jumat (251/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelahnya, kondisi udara berangsur membaik. Terlihat dalam grafik yang menunjukkan penurunan pada angka partikulat halus.

"Tapi, angkanya masih tetap di atas 200 µg/m³ atau sangat tidak sehat," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat angka PM2.5 sebesar 162,4 µg/m³. Nilai itu berada pada kategori merah atau sangat tidak sehat.

Menurutnya, sebaran asap yang masuk wilayah Palembang masih berasal dari sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Ogan Komering Ilir dan sekitarnya.

"Karhutla di OKI dan sekitarnya masih menjadi penyebab asap," tambahnya.

Dia mengingatkan masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker diimbau tetap dilakukan karena kondis udara belum membaik.

"Meski konsentrasi PM2.5 sudah turun dari kondisi puncaknya, levelnya masih cukup tinggi. Masyarakat tetap perlu berhati-hati dan membatasi paparan udara luar apabila kualitas udara kembali memburuk," tukasnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads