Anak Krakatau Erupsi Lagi Usai Status Waspada, ITERA: Masa Pemulihan

Lampung

Anak Krakatau Erupsi Lagi Usai Status Waspada, ITERA: Masa Pemulihan

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Rabu, 07 Okt 2026 21:00 WIB
Ilustrasi gunung anak krakatau
Foto: Ilustrasi gunung anak krakatau (Getty Images/iStockphoto/NaiveAngel)
Lampung -

Gunung Anak Krakatau (GAK) di Lampung Selatan kembali mengalami erupsi setelah status aktivitas gunung api tersebut diturunkan. Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menilai erupsi terbaru itu merupakan bagian dari aktivitas sisa setelah erupsi besar sebelumnya.

Dosen Teknologi Geologi ITERA, Happy Christin Natalia menyebut aktivitas GAK saat ini mulai mendekati fase stabil. Namun, masih terdapat energi erupsi yang tersisa di sekitar lubang kepundan.

"Kalau dilihat dari intensitasnya, tampak seperti aktivitas umum yang terjadi pada gunung api aktif pascaerupsi besar," kata Happy, Rabu (7/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kondisi tersebut dapat terjadi karena masih ada sisa energi erupsi yang berada di dekat lubang kepundan. Terlebih, tidak ada hambatan pada bagian atas lubang tersebut.

"Hal ini bisa terjadi karena masih ada sisa energi erupsi yang tertinggal di dekat lubang kepundan yang tidak tertutup. Karena tidak adanya hambatan di atas, aktivitas seperti ini dapat terjadi di tubuh gunung api," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Happy menyebut erupsi kecil dengan intensitas yang berubah-ubah masih mungkin terjadi selama GAK belum sepenuhnya mencapai kondisi stabil.

Dia mengatakan salah satu indikator menuju kondisi stabil adalah aktivitas kegempaan vulkanik yang mulai menurun.

"Untuk erupsi-erupsi kecil seperti ini masih ada kemungkinan terjadi dengan intensitas bervariasi, selama GAK mencapai titik stabil. Artinya, kegempaan vulkanik mulai berkurang intensitasnya," ujarnya.

Meski kembali erupsi, Happy mengatakan belum bisa disimpulkan bahwa aktivitas tersebut menjadi tanda akan terjadinya erupsi besar seperti yang terjadi sebelumnya.

"Tapi untuk erupsi besar seperti bulan lalu, belum dapat langsung dipastikan dari erupsi semalam," katanya.

Happy menyebut kondisi GAK saat ini sebagai masa pemulihan setelah aktivitas erupsi besar.

"Lebih tepat disebut masa pemulihan. Sama seperti orang habis demam, tapi masih batuk-batuk kecil," ungkapnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads