Suhu udara pada siang hari di Lampung mencapai 35 derajat celsius. Kondisi panas tersebut berkaitan dengan musim kemarau yang masih berlangsung hingga saat ini.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Radin Inten Lampung Yoyok Dewantoro mengatakan hasil pemantauan automatic weather station (AWS) menunjukkan suhu udara di sejumlah wilayah Lampung berada pada kisaran 33-35 derajat celsius.
"Untuk pantauan alat kami AWS, suhu udara siang ini tercatat di beberapa titik berkisar antara 33-35 derajat celsius," kata Yoyok, Senin (14/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suhu tertinggi 35 derajat celsius terpantau di AWS Stasiun Meteorologi Radin Inten II, Seputih Raman, dan Sidomulyo.
Sementara suhu 34 derajat celsius tercatat di AWS ITERA, Negeri Abung, Mesuji, Menggala, Stasiun Klimatologi Lampung, Padang Cermin, dan Pringsewu. Adapun Way Jepara, Labuhan Ratu, dan Pakuan Ratu berada di angka 33 derajat celsius.
Kondisi berbeda terpantau di wilayah Lampung bagian barat. Suhu di Tanggamus, Pesisir Barat, dan Lampung Barat berkisar 28-31 derajat celsius.
Yoyok menjelaskan kondisi panas tersebut berkaitan dengan musim kemarau yang masih berlangsung. Minimnya hujan dan tutupan awan membuat paparan sinar matahari lebih optimal sehingga suhu udara meningkat pada siang hari.
"Ini karena saat ini kita masih berada pada musim kemarau, minimnya hujan dan tutupan awan di wilayah Provinsi Lampung," ujarnya.
Berdasarkan data Stasiun Klimatologi Pesawaran, sebagian besar wilayah Lampung memasuki puncak musim kemarau pada Agustus-September 2026.
Puncak kemarau tersebut juga meningkatkan sejumlah risiko bagi masyarakat, mulai dari berkurangnya ketersediaan air bersih hingga meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan.
"Untuk dampaknya seperti menipisnya ketersediaan air bersih, potensi kebakaran hutan dan lahan meningkat, kemudian cuaca yang terasa panas terik menjadikan kegiatan di luar ruangan menjadi kurang nyaman," jelasnya.
BMKG mengimbau masyarakat mengantisipasi dampak kemarau, terutama di wilayah yang mulai mengalami kekurangan air bersih. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan.
"Untuk masyarakat perlu terus mengantisipasi potensi dampak tersebut, berkoordinasi dengan pemerintah atau BPBD bagi daerah yang sudah kekurangan air bersih, jangan melakukan pembakaran lahan dan hutan, serta perbanyak minum dan menggunakan sunscreen saat beraktivitas di luar ruangan," pungkasnya.
