10.956 Sultan Muda Bergabung, Program Serap 50 Ribu Lebih Tenaga Kerja

Sumatera Selatan

10.956 Sultan Muda Bergabung, Program Serap 50 Ribu Lebih Tenaga Kerja

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Minggu, 30 Agu 2026 12:00 WIB
Wagub Sumsel Cik Ujang
Wagub Sumsel Cik Ujang (Foto: Rio Roma Dhoni)
Jakarta -

Program 100.000 Sultan Muda yang digagas Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mulai menunjukkan dampaknya terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Dalam kurun 1,5 tahun, sebanyak 10.956 pelaku usaha muda telah bergabung dalam ekosistem Sultan Muda dengan total pembiayaan yang disalurkan mendekati Rp1 triliun.

Program tersebut kini menjadi salah satu strategi utama pemerintahan Herman Deru-Cik Ujang dalam memperluas akses keuangan sekaligus mendorong generasi muda Sumsel menjadi pelaku usaha yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. Fokus program itu meraih detikSumarera Awards 2026 dalam kategori Penguatan Ekonomi Generasi Muda pada Anugerah Ekonomi Terpuji pada Jumat (27/8/2026) malam di Jakarta.

"Hingga saat ini, tercatat sebanyak 10.956 Sultan Muda telah bergabung dalam ekosistem tersebut. Mereka tidak hanya didata sebagai pelaku usaha, tetapi juga difasilitasi untuk memperoleh akses pembiayaan, pendampingan usaha, pengembangan kapasitas, hingga peluang ekspor," ujar Deru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Besarnya jumlah pelaku usaha yang masuk dalam ekosistem Sultan Muda dinilai berpotensi memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja di Sumsel.

Deru mengungkapkan, jika satu Sultan Muda mampu mempekerjakan sedikitnya lima orang, maka secara sederhana terdapat potensi sekitar 50 ribu tenaga kerja yang dapat terserap. Namun, angka tersebut berpotensi lebih besar karena terdapat pelaku usaha yang telah memiliki puluhan pekerja.

ADVERTISEMENT

"Lebih dari itu, bahkan ada Sultan Muda yang memiliki tenaga kerja 50-90 orang. Keberadaan Program Sultan Muda berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah," katanya.

Deru mengaitkan program tersebut dengan capaian indikator pembangunan Sumsel. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Sumsel saat ini tercatat 3,59 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional.

Di sisi lain, tingkat kemiskinan Sumsel turun menjadi 9,85 persen dan untuk pertama kalinya dalam sejarah provinsi tersebut berada pada level satu digit. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 74,76, rasio gini 0,298, dan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,35 persen.

"TPT kita menurun. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap capaian tersebut adalah Program Sultan Muda," ujar Deru.

Menurut Deru, program tersebut menjadi penting karena Sumsel memiliki wilayah yang luas dengan 17 kabupaten/kota, 241 kecamatan, serta 3.258 desa dan kelurahan.

Kondisi tersebut membutuhkan lebih banyak pionir muda yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi hingga ke tingkat daerah.

Para Sultan Muda yang berasal dari generasi Z, milenial, hingga generasi alfa juga dinilai memiliki keunggulan dalam memanfaatkan teknologi dan informasi untuk mengembangkan usaha.

"Karena itu, dibutuhkan pionir-pionir muda yang mampu mengakselerasi pembangunan. Kelebihan mereka adalah berasal dari generasi Z, milenial, dan generasi alfa yang tentu lebih maju dalam pemanfaatan informasi dan teknologi," ungkapnya.

Program tersebut tidak berhenti pada pemberian pembiayaan. Pemerintah juga mendorong agar pelaku usaha masuk ke sektor hilirisasi dan pasar yang lebih luas.

Salah satunya melalui Program Sultan Muda XporA yang menghubungkan pembiayaan dengan pengembangan komoditas unggulan daerah. Ekosistem ketertelusuran ekspor juga dikembangkan untuk meningkatkan daya saing produk Sumsel di pasar global.



(dai/dai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads