Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Ancaman Erupsi Masih Ada

Lampung

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda, Ancaman Erupsi Masih Ada

Tommy Saputra - detikSumbagsel
Minggu, 13 Sep 2026 18:00 WIB
Kondisi Gunung Anak Krakatau
Kondisi Gunung Anak Krakatau (Foto: Rezie Basarnas Lampung)
Lampung -

Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda tidak mengalami erupsi pada Minggu (13/9/2026). Aktivitas kegempaan gunung api tersebut juga tercatat menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

"Hari ini tidak ada erupsi," kata Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Lampung Selatan, Suwarno, saat dikonfirmasi, Minggu (13/9/2026).

Dia mengatakan penurunan aktivitas juga terlihat dari hasil rekaman kegempaan Gunung Anak Krakatau. Meski tidak terjadi erupsi, aktivitas vulkanik masih terekam oleh alat pemantauan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Betul, ada penurunan dibandingkan hari-hari sebelumnya," ujarnya.

Berdasarkan pengamatan pada pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat dua kali gempa low frequency dengan amplitudo 11-16 milimeter dan durasi 5-9 detik. Selain itu, terjadi satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 2-10 milimeter dan dominan 3 milimeter.

ADVERTISEMENT

Suwarno mengatakan kondisi Gunung Anak Krakatau masih dapat berubah. Pihaknya tidak dapat memastikan apakah erupsi akan kembali terjadi atau tidak.

"Namanya alam, kita tidak bisa menebak bahwa akan ada lagi erupsi. Namun kita bisa melihat dari hasil rekaman peralatan yang ada," jelasnya.

Dia berharap aktivitas kegempaan yang saat ini menurun tidak kembali meningkat seperti yang terjadi pada 4 September lalu.

"Mudah-mudahan dengan adanya kegempaan seperti ini, tidak akan kembali seperti tanggal 4 September," ujarnya.

Sementara itu, kondisi Gunung Anak Krakatau belum dapat diamati secara maksimal dari sisi visual. Kawah gunung masih tertutup kabut sehingga asap kawah tidak terlihat.

Cuaca di sekitar gunung terpantau berawan dengan angin lemah bertiup ke arah barat laut. Suhu udara berkisar 26,4-26,7 derajat Celsius dengan kelembapan 84-87 persen.

Terkait abu vulkanik yang sebelumnya menyebar ke sejumlah wilayah Lampung, Suwarno menyebut material tersebut kemungkinan merupakan sisa abu dari erupsi sebelumnya.

"Kalau abu vulkanik mungkin ada sisa-sisa yang masih menempel di dedaunan atau di genteng-genteng, yang belum terurai oleh air sehingga bertebaran dan tertiup angin. Kalau dari Gunung Anak Krakatau sendiri belum ada lagi erupsi," terangnya.

Meski tidak mengalami erupsi hari ini, status Gunung Anak Krakatau belum diturunkan. Gunung api tersebut masih berstatus Level III atau Siaga.

Suwarno menjelaskan penghentian erupsi dalam waktu singkat tidak otomatis membuat status gunung api diturunkan. Evaluasi tetap dilakukan berdasarkan perkembangan aktivitas vulkanik dan hasil pemantauan.

"Tidak sekarang berhenti dari erupsinya harus langsung diturunkan statusnya. Mungkin dari PVMBG melihat situasi dan kondisi, guna keselamatan masyarakat banyak. Selalu dilakukan evaluasi," ujarnya.

Masyarakat, nelayan, pengunjung, dan wisatawan juga diminta tetap waspada. Mereka dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau dan melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads