Jalan rusak bukan sekadar persoalan infrastruktur. Bagi warga di sejumlah wilayah pelosok Bengkulu, buruknya akses jalan bisa menjadi persoalan serius, bahkan menyulitkan warga mendapatkan pelayanan kesehatan saat dalam kondisi darurat. Inilah menjadi kisah di balik penghargaan detikSumatera Award 2026 yang diterima Gubernur Bengkulu Helmi Hasan.
Kondisi tersebut pernah terjadi di Desa Langgar Jaya, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang. Seorang warga yang sakit terpaksa digotong menggunakan tandu sejauh sekitar 13 kilometer untuk mencapai lokasi yang dapat dijangkau ambulans.
Akses menuju desa yang sulit dilalui kendaraan roda empat membuat warga harus mencari cara lain untuk membawa pasien keluar dari desa. Kondisi ini menjadi gambaran bagaimana jalan yang belum memadai dapat berdampak langsung terhadap keselamatan dan aktivitas masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persoalan akses jalan seperti inilah yang menjadi salah satu alasan Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menempatkan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan sebagai salah satu prioritas pemerintahannya hingga mendapat penghargaan di detikSumatera Award 2026.
Helmi menegaskan pembangunan jalan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, jalan bukan hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga menjadi akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan, pendidikan hingga pusat-pusat perekonomian.
"Jangan sampai ada masyarakat yang sakit harus digotong karena ambulans tidak bisa masuk. Jalan itu kebutuhan dasar masyarakat. Kalau jalan bagus, akses kesehatan terbuka, anak-anak mudah sekolah, hasil pertanian bisa dibawa keluar dan ekonomi masyarakat bergerak," kata Helmi Hasan, Sabtu (29/8/2026).
Helmi mengatakan pemerintah daerah harus melihat pembangunan jalan dari sisi kebutuhan masyarakat, terutama wilayah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi harus memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
"Kita ingin jalan yang dibangun itu betul-betul membuka akses masyarakat. Tidak boleh ada lagi daerah yang terisolasi hanya karena persoalan jalan," ujarnya.
Kasus warga Desa Langgar Jaya yang harus menempuh perjalanan belasan kilometer menggunakan tandu menjadi salah satu gambaran pentingnya konektivitas antarwilayah.
Dengan jalan yang dapat dilalui kendaraan, ambulans diharapkan bisa langsung menjangkau permukiman warga. Selain pelayanan kesehatan, akses transportasi yang lebih baik juga akan memudahkan masyarakat membawa hasil perkebunan dan pertanian menuju pasar.
Helmi menyebut perbaikan jalan akan terus diarahkan pada ruas-ruas yang memiliki dampak besar terhadap masyarakat.
"Prioritas kita adalah bagaimana masyarakat bisa merasakan jalan yang mulus, akses yang lancar. Karena ketika jalan terbuka, banyak persoalan ikut terbantu," kata Helmi.
Program perbaikan jalan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Bengkulu meningkatkan konektivitas antarwilayah. Pemerintah juga mendorong agar pembangunan dilakukan secara terukur dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.
Bagi masyarakat di wilayah yang selama ini sulit dijangkau kendaraan, jalan yang layak bukan sekadar fasilitas. Jalan menjadi penghubung menuju rumah sakit, sekolah, pasar dan pusat perekonomian.
Karena itu, bagi Helmi Hasan, pembangunan jalan bukan hanya soal mengejar target pembangunan infrastruktur, tetapi memastikan tidak ada lagi masyarakat Bengkulu yang kesulitan mendapatkan pelayanan dasar hanya karena terhambat akses jalan.
