Gorengan seperti bakwan, tahu isi, tempe dan pisang goreng memang menjadi pilihan sarapan praktis bagi banyak orang. Rasanya gurih dan harganya terjangkau. Namun, secara medis, konsumsi gorengan di pagi hari tidak dianjurkan, terutama jika dilakukan secara rutin.
Hal ini karena kondisi tubuh di pagi hari masih dalam fase adaptasi setelah berpuasa semalaman, sehingga sistem pencernaan dan metabolisme belum siap menerima makanan tinggi lemak.
Berikut detikSumbagsel telah siapkan mengapa gorengan tidak baik dikonsumsi pada pagi hari, simak sampai akhir ya!
Bahaya Gorengan di Pagi Hari
Dilansir laman Puskesmas Labuapi, berikut bahaya dari gorengan yang dikonsumsi di pagi hari.
1. Sistem Pencernaan Masih "Bangun"
Setelah tidur semalaman, tubuh berada dalam kondisi kosong dan sistem pencernaan bekerja lebih lambat, sehingga makanan tinggi lemak seperti gorengan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Jika langsung dikonsumsi saat perut kosong. Maka, lambung bekerja lebih keras sehingga proses pencernaan melambat dan memicu iritasi lambung
2. Kandungan Lemak Trans dan Minyak Jelantah
Gorengan umumnya dimasak dengan minyak yang dipakai berulang kali atau biasa disebut minyak jelantah Minyak yang dipanaskan berulang akan menghasilkan lemak trans atau lemak tak jenuh yang dapat berbahaya bagi kesehatan akibat meningkatkan kolesterol jahat.
3. Memicu Lonjakan Asam Lambung
Gorengan dapat merangsang produksi asam lambung, akibat lemak memperlambat pengosongan lambung sehingga asam lambung bertahan lebih lama dan akhirnya, perut akan terasa tidak nyaman, mual, dan beresiko maag meningkat.
4. Rendah Nutrisi, Tinggi Kalori
Gorengan mengandung kalori tinggi, lemak tinggi, minim serat dan vitamin. Dampaknya tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk memulai aktivitas harian.
Simak Video "Video: Tanda-tanda Seseorang Alami Kolesterol Kambuh"
(mep/mep)