Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda mengalami erupsi dua kali pada Senin (5/10/2026) malam. Aktivitas erupsi tersebut menghasilkan abu vulkanik yang teramati bergerak ke arah barat laut.
Forecaster BMKG Maritim Lampung, Eka Suci Puspita, mengatakan dua erupsi Gunung Anak Krakatau tercatat masing-masing pada pukul 20.13 WIB dan 20.28 WIB.
"Pada malam ini, 5 Oktober 2026 telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau yang tercatat sebanyak dua kali, yaitu pada pukul 20.13 WIB dan 20.28 WIB," kata Eka dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eka mengatakan berdasarkan informasi penerbangan, abu vulkanik terpantau berada di sekitar Gunung Anak Krakatau. Sebaran abu teramati dari permukaan hingga ketinggian sekitar 2,7 kilometer di atas permukaan laut.
"Area abu saat ini berada di sekitar wilayah Gunung Anak Krakatau dan bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 9 kilometer per jam," ujarnya.
Baca juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi 2 Kali Malam Ini |
Informasi tersebut diperkuat laporan SIGMET dari Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin. Abu vulkanik Gunung Krakatau teramati pada pukul 20.40 WIB dengan ketinggian mencapai 9.000 feet atau sekitar 2,7 kilometer.
Dalam laporan tersebut, abu vulkanik disebut bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 5 knot. Intensitas sebaran abu juga diprakirakan meningkat.
Eka mengingatkan arah dan luas sebaran abu vulkanik masih dapat berubah. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dinamika angin di atmosfer.
"Arah dan sebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi angin di atmosfer," jelasnya.
Berdasarkan laporan aktivitas tersebut, masyarakat dan pengguna jasa penerbangan di sekitar Selat Sunda diimbau memperhatikan perkembangan informasi terbaru terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.
