Kalimantan Tengah

Catat 566 Kasus ISPA, Kotawaringin Barat Siagakan 38 Rumah Oksigen Gratis

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Selasa, 13 Okt 2026 18:00 WIB
Foto: Rumah oksigen di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. (Istimewa)
Kotawaringin Barat -

Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam kesehatan warga di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Di tengah peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam beberapa bulan terakhir, sebanyak 38 titik Rumah Oksigen Gratis disiapkan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), jumlah kasus ISPA sempat mencapai 566 kasus pada minggu epidemiologi ke-31 tahun 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan minggu ke-28 yang mencatat 335 kasus.

Meski mengalami fluktuasi, kasus ISPA masih menjadi perhatian. Pada minggu epidemiologi ke-39, tercatat 378 kasus, turun 22,4 persen dibandingkan minggu sebelumnya yang mencapai 487 kasus.

"Penurunan tersebut belum menjadi alasan untuk mengendurkan kewaspadaan. Dinkes Kobar masih perlu memantau perkembangan kasus, termasuk memastikan kelengkapan laporan dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah setempat," kata Kepala Dinkes Kobar, Hardino, Selasa (13/10/2026).

Dino menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyiapkan 38 titik Rumah Oksigen Gratis sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi dampak kesehatan akibat karhutla.

Layanan ini tersebar di fasilitas kesehatan, puskesmas pembantu (pustu), rumah sakit, serta sejumlah posko karhutla yang telah ditetapkan. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh pertolongan ketika mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

"Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan, menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus," katanya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kobar, dr Jhonferi Sidabalok, sebelumnya menyebutkan bahwa data dari 18 puskesmas selama periode karhutla hingga September 2026 menunjukkan adanya keluhan pernapasan di tengah masyarakat.

Gejala yang perlu diwaspadai meliputi batuk kering, batuk berdahak, tenggorokan terasa kering dan gatal, hidung tersumbat atau meler, hingga mata pedih dan kemerahan. Paparan asap juga dapat memperburuk kondisi warga yang telah memiliki penyakit pernapasan, termasuk asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

"Sejumlah lokasi Rumah Oksigen Gratis yang diinformasikan kepada masyarakat antara lain Posko Induk BPBD di Jalan Cilik Riwut II Nomor 16A, Kelurahan Madurejo; Puskesmas Madurejo di Jalan Malijo Nomor 39, RT 17; Puskesmas Kumai di Jalan Pemuda, RT 3, Kelurahan Kumai Hilir; serta Puskesmas Teluk Bogam di Jalan H. Asmuni Amir, RT 05, Desa Teluk Bogam," ujarnya.

Fasilitas lainnya tersedia di Puskesmas Kotawaringin Lama, Pustu Desa Sumber Agung di wilayah kerja Puskesmas Sungai Rangit, Pustu Amin Jaya di wilayah kerja Puskesmas Karang Mulya, Puskesmas Arut Utara di Jalan Eden Jeha, Kelurahan Pangkut, serta RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Rumah Oksigen Gratis juga disediakan di posko-posko karhutla yang telah ditetapkan.

Masyarakat diimbau memastikan lokasi dan ketersediaan layanan sebelum berkunjung. Penggunaan oksigen juga harus mengikuti penilaian dan arahan tenaga kesehatan. Apabila mengalami sesak napas berat atau kesulitan bernapas, warga harus segera mencari pertolongan medis darurat.

Selain memanfaatkan fasilitas kesehatan, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap pekat, menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel, serta menjaga kualitas udara di dalam rumah.

"Dengan menyiagakan 38 titik Rumah Oksigen Gratis, pemerintah daerah berupaya memperluas akses pertolongan kesehatan selama karhutla. Di sisi lain, pemantauan kasus ISPA dan upaya menekan kebakaran perlu terus dilakukan agar dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat Kobar tidak semakin meluas," pungkasnya.



Simak Video "Video: 46 Ribu Kasus ISPA Muncul di Kalimantan Selatan"

(aau/aau)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork