72 Ribu Kasus ISPA di Kalteng, Palangka Raya-Kobar Penyumbang Terbesar

72 Ribu Kasus ISPA di Kalteng, Palangka Raya-Kobar Penyumbang Terbesar

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Jumat, 28 Agu 2026 09:01 WIB
Kabut asap di Kotawaringin Barat pada Kamis (27/8/2026) pagi.
Kabut asap di Kotawaringin Barat. Foto: Sigit Pamungkas/detikKalimantan
Palangka Raya -

Jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang telah mencapai 72.431 kasus hingga minggu ketiga Agustus 2026. Data Dinas Kesehatan Kalteng menunjukkan, Palangka Raya menjadi daerah dengan kasus ISPA tertinggi, yakni 16.166 kasus. Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) berada di posisi kedua dengan 12.467 kasus.

Di bawahnya terdapat Kotawaringin Timur dengan 7.982 kasus dan Kapuas sebanyak 7.910 kasus. Sementara daerah dengan jumlah kasus paling rendah tercatat di Sukamara, yakni 557 kasus.

Berdasarkan data Indeks Kualitas Udara (AQI) pada Jumat (28/8/2026) pukul 07.51 WIB, kualitas udara Palangka Raya mencapai 128 AQI (US), masuk kategori tidak sehat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Plh Kabid P2P Dinkes Kalteng Yaesarwawan mengatakan, musim kemarau yang disertai kabut asap menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.

"Musim kemarau dan kabut asap akibat karhutla saat ini menjadi salah satu pemicu meningkatnya risiko gangguan kesehatan masyarakat. Terutama ISPA. Selain ISPA, masyarakat juga perlu mewaspadai penyakit lain seperti DBD dan diare," kata Wawan, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, ancaman kesehatan tidak merata bagi seluruh masyarakat. Sejumlah kelompok memiliki risiko lebih tinggi ketika terpapar debu maupun asap dalam kondisi kualitas udara yang buruk.

"Balita, lanjut usia, ibu hamil, penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta masyarakat dengan penyakit jantung dan hipertensi menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih," katanya.

Pada balita usia 0-5 tahun, gangguan pernapasan dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, termasuk pneumonia. Sedangkan lansia, terutama yang memiliki penyakit penyerta, berisiko mengalami sesak napas dan kekambuhan penyakit.

"Ibu hamil juga perlu meningkatkan kewaspadaan. Paparan asap berpotensi mengganggu kondisi kesehatan ibu dan janin," kata dia.

Hal serupa berlaku bagi penderita asma dan PPOK. Saluran pernapasan yang lebih sensitif membuat paparan debu dan asap dapat memicu kekambuhan hingga membutuhkan perawatan medis.

"Sementara penderita penyakit jantung dan hipertensi juga diminta tidak mengabaikan kondisi udara. Paparan polusi dapat menambah beban kerja jantung dan meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular," katanya.

Meski kasus ISPA telah mencapai puluhan ribu, Dinkes Kalteng menyatakan belum terdapat kasus kematian yang dipastikan akibat dampak kemarau maupun karhutla. Namun, potensi peningkatan kasus tetap terbuka selama cuaca kering dan kualitas udara buruk masih berlangsung.

"Dengan kondisi cuaca dan kualitas udara yang tidak sehat, kasus ISPA masih berpotensi bertambah," tegas Wawan.

11 Puskesmas Siapkan Layanan Oksigen

Antisipasi juga dilakukan Pemerintah Kota Palangka Raya. Dinas Kesehatan setempat menyiapkan 11 ruang pelayanan oksigen yang tersebar di lima kecamatan. Kepala Dinkes Kota Palangka Raya Riduan mengatakan fasilitas tersebut disiapkan untuk mempercepat penanganan warga yang mengalami sesak napas atau membutuhkan bantuan oksigen.

"Pemerintah kota melalui Dinas Kesehatan menyiapkan 11 tempat ruang pelayanan oksigen yang tersebar di lima kecamatan," kata Riduan.

Sebelas puskesmas yang menyediakan pelayanan oksigen tersebut yakni Puskesmas Tangkiling, Rakumpit, Jekan Raya, Bukit Hindu, Menteng, Marina Permai, Kereng Bangkirai, Kalampangan, Panarung, Pahandut, dan Kayon.

Palangka Raya Sumbang Kasus Terbanyak

Jika dirinci, kasus ISPA di 14 kabupaten/kota se-Kalteng hingga pekan ke-33 tercatat:

  • Barito Selatan: 5.296 kasus
  • Barito Timur: 5.209 kasus
  • Barito Utara: 4.973 kasus
  • Gunung Mas: 2.247 kasus
  • Kapuas: 7.910 kasus
  • Katingan: 1.679 kasus
  • Kotawaringin Barat: 12.467 kasus
  • Kotawaringin Timur: 7.982 kasus
  • Lamandau: 2.164 kasus
  • Murung Raya: 3.433 kasus
  • Pulang Pisau: 1.071 kasus
  • Seruyan: 1.277 kasus
  • Sukamara: 557 kasus
  • Palangka Raya: 16.166 kasus

Akumulasi puluhan ribu kasus tersebut menjadi sinyal bahwa dampak musim kemarau dan kualitas udara perlu diwaspadai lebih serius.

"Masyarakat, khususnya kelompok rentan, diimbau mengurangi paparan asap dan segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan pernapasan," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 46 Ribu Kasus ISPA Muncul di Kalimantan Selatan"
[Gambas:Video 20detik] (des/des)

Koleksi Pilihan

Kumpulan artikel pilihan oleh redaksi detikkalimantan

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads