4 Puskesmas di Kobar Catat Ratusan Kasus ISPA Imbas Kabut Asap Karhutla

4 Puskesmas di Kobar Catat Ratusan Kasus ISPA Imbas Kabut Asap Karhutla

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 12 Agu 2026 18:30 WIB
Kabut asap menyelimuti Kotawaringin Barat. (Dok BPBD Kobar)
Foto: Kabut asap menyelimuti Kotawaringin Barat. (Dok BPBD Kobar)
Kotawaringin Barat -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah berdampak pada gangguan kesehatan masyarakat. Paparan asap di sejumlah wilayah membuat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) semakin meningkat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kobar periode Minggu ke-26 hingga Minggu ke-30 tahun 2026, terdapat empat wilayah kerja puskesmas yang masuk kategori zona merah karena mencatat kasus ISPA tinggi. Keempatnya mencatat penanganan lebih dari seratus pasien ISPA.

"Puskesmas Sungai Rangit menjadi wilayah dengan kasus tertinggi. Tercatat sebanyak 395 kasus ISPA, jauh melampaui wilayah lainnya. Berdasarkan klasifikasi kuartil Dinkes Kobar, wilayah dengan jumlah kasus di atas 128,75 masuk kategori tinggi atau zona merah. Tiga puskesmas lainnya yang juga masuk zona merah yakni Puskesmas Kumai dengan 193 kasus, Madurejo 183 kasus, dan Karang Mulya 137 kasus," ujar Kepala Dinkes Kobar, Hardino, Rabu (12/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian, terlebih ketika karhutla menyebabkan kualitas udara di sejumlah kawasan memburuk akibat kabut asap.

"Wilayah yang masuk zona merah harus menjadi prioritas dalam pengendalian ISPA, baik dari sisi pelayanan kesehatan, penyediaan logistik, obat-obatan, maupun edukasi kepada masyarakat," ujar Hardino.

Menurutnya, masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara menurun. Paparan asap karhutla dapat memperburuk gangguan pada saluran pernapasan, terutama bagi kelompok yang rentan.

"Penanganan ISPA tidak cukup hanya dengan memberikan pengobatan kepada warga yang sudah sakit. Upaya pencegahan, deteksi dini, penguatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pemantauan perkembangan kasus juga harus dilakukan secara berkelanjutan," katanya.

Selain empat zona merah, Dinkes Kobar mencatat sejumlah puskesmas berada dalam kategori zona kuning. Di antaranya Mendawai sebanyak 126 kasus, Natai Pelingkau 104 kasus, Arut Selatan 93 kasus, Kumpai Batu Atas 84 kasus, Riam Durian 56 kasus, dan Runtu 52 kasus.

Selanjutnya, Pandu Sanjaya mencatat 48 kasus, Pangkalan Lada 38 kasus, Semanggang 33 kasus, serta Kotawaringin Lama 26 kasus.

"Wilayah-wilayah tersebut masih dalam pemantauan agar jumlah kasus tidak terus meningkat hingga masuk zona merah," katanya.

Sementara itu, kategori zona hijau ditempati Puskesmas Teluk Bogam dengan 24 kasus, Ipuh Bangun Jaya 19 kasus, Arut Utara 17 kasus, dan Sambi yang tercatat nihil kasus.

Dinkes Kobar mengimbau masyarakat tidak menganggap sepele kondisi udara yang dipenuhi asap karhutla. Warga yang mulai mengalami batuk, pilek, sesak napas atau keluhan gangguan pernapasan lainnya diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

"Dengan kondisi karhutla yang masih mengancam, pemantauan terhadap empat wilayah dengan kasus ISPA tertinggi kini menjadi salah satu fokus Dinkes Kobar untuk mencegah dampak asap berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih luas," pungkasnya.



(aau/aau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads