Rumahnya Terbakar, Orang Utan Keluar ke Jalan Raya demi Cari Makan

Kalimantan Tengah

Rumahnya Terbakar, Orang Utan Keluar ke Jalan Raya demi Cari Makan

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Selasa, 13 Okt 2026 19:00 WIB
Orang utan keluar ke jalan raya demi cari makan di tengah kabut asap karhutla.
Orang utan keluar ke jalan raya demi cari makan di tengah kabut asap karhutla. Foto: Dok. Istimewa
Kotawaringin Barat -

Seekor orang utan terlihat keluar hingga ke tepi Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah pada Selasa (13/10). Orang utan tersebut diduga untuk mencari makanan setelah habitatnya terbakar.

Pemandangan tersebut menjadi perhatian warga. Orang utan yang biasanya hidup di pepohonan hutan itu terlihat mondar-mandir di tepi jalan. Seorang warga sekitar bernama Sano menceritakan bahwa salah satu warga yang iba sempat berhenti di lokasi dan meletakkan buah-buahan untuk orang utan tersebut.

"Tadi ada ibu-ibu sempat berhenti dan memberikan buah-buahan, ditaruh begitu saja. Orang utan lalu menghindar dan tidak lama kemudian orang utan tersebut balik dan membawa buah-buahan," kata Sano, Selasa (13/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Orang utan diduga masuk ke permukiman warga karena kurangnya ketersediaan pakan di habitat asli mereka. Meski warga bermaksud membantu, kemunculan satwa liar di tepi jalan juga mengandung risiko, baik bagi orang utan maupun pengguna jalan yang melintas.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, Balai KSDA Kalimantan Tengah, Handi Nasoka, meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan orangutan yang diduga terdampak karhutla. Handi mengatakan, jika diperlukan, petugas akan melakukan penyelamatan atau rescue sesuai kondisi di lapangan.

"Terkait keberadaan OU di Jalan Lintas Kotawaringin, kami mengharapkan masyarakat yang melihat OU yang terdampak karhutla agar segera melapor ke BKSDA untuk segera kami lakukan rescue," ujar Handi, Selasa (13/10/2026).

Masyarakat yang menemukan orang utan di sekitar jalan raya dapat menghubungi BKSDA melalui nomor 08115218500. Informasi mengenai lokasi dan kondisi satwa diharapkan dapat membantu petugas melakukan penanganan dengan tepat.

"Lebih baik menjaga jarak, tidak mengerumuni, serta tidak mencoba menangkap atau menyentuh orang utan. Satwa tersebut dapat mengalami stres ketika berada dekat manusia, sehingga penanganannya perlu dilakukan oleh petugas yang berwenang," katanya.

Pemberian makanan secara langsung juga sebaiknya tidak dilakukan berulang kali tanpa arahan petugas. Niat membantu perlu disertai langkah yang tepat agar tidak meningkatkan risiko bagi orangutan maupun masyarakat di sekitarnya.



(des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads