Kala Tendangan Kungfu Nodai Laga Liga IV Jogja

Terpopuler Sepekan

Kala Tendangan Kungfu Nodai Laga Liga IV Jogja

Tim detikJogja - detikJogja
Minggu, 11 Jan 2026 09:08 WIB
BERLIN, GERMANY - JUNE 13:  Girls line up with soccer balls while participating in a training day in a program to encourage integration of children with foreign roots through football at the SV Rot-Weiss Viktoria Mitte 08 sport club shortly before the arrival of German Chancellor Angela Merkel on a visit on June 13, 2018 in Berlin, Germany. Merkel is hosting an intergration summit at the Chancellery later today.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Ilustrasi sepakbola. Foto: Sean Gallup/Getty Images
Jogja -

Aksi brutal pemain Kafi Jogja, Dwi Pilihanto Nugroho alias Dwi Aan melakukan tendangan kungfu saat laga melawan UAD FC berakhir dengan sanksi keras. Dwi Aan harus mengakhiri karier sepakbolanya.

Tendangan kungfu itu dilakukan Dwi saat timnya menghadai UAD FI di lapangan Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Selasa (6/1). Saat laga memasuki menit ke-72, Dwi dengan brutal melepaskan tendangan dengan mengangkat kaki terlalu tinggi hingga layaknya tendangan kungfu ke pemain UAD FC Amirul.

Kejadian itu pun langsung viral hingga mendapatkan berbagai kecaman. Pihak Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY pun langsung turun tangan dan menyatakan pemain bernomor punggung 2 itu melanggar Pasal 48 Jo. Pasal 49 Jo. Pasal 10 Jo. Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025. Sanksi itu tertuang dalam Surat Keputusan Nomor: 005/Pandis_Liga4DIY_PSSI_DIY/I/2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain diharamkan menyentuh lapangan hijau seumur hidup, Dwi Pilihanto juga diwajibkan membayar denda administratif sebesar satu juta rupiah," tegas Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY, Wendy Umar Senoadji dalam keterangan resmi, Rabu (7/1/2026) malam.

ADVERTISEMENT

Terkait dengan sanksi yang dijatuhkan tersebut Manajemen Kafi Jogja mengaku tak akan mengajukan banding. Sebaliknya, klub juga memberikan sanksi tegas kepada Dwi denga memberhentikannya dari bagian tim.

"Kalo dari manajemen Kafi kita menerima dengan baik apapun keputusan komdis PSSI. Kita berusaha menjunjung tinggi fair play dan menaati aturan yang berlaku," ujar manajer Kafi Jogja, Muhammad Hasanudin saat dihubungi wartawan, Kamis (8/1/2026).

"Saat ini (pemain) sudah diberhentikan. Kalau Dwi sekarang fokus menenangkan diri dulu," tegasnya.

Pengingat Seluruh Pemain

Hasanudin menambahkan, kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh pemain. Dia berharap kejadian serupa tak terulang.

"Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pemain dan pihak-pihak yang terlibat dalam kancah sepakbola tanah air, dan tidak terulang kembali di kemudian hari," terangnya.

"Setelah hukuman ini turun, sekarang kami hanya fokus untuk partai final Liga 4 Piala Gubernur DIY tanggal 18 nanti di Stadion Mandala Krida," pungkasnya.

Sementara itu, terkait dengan kondisi korban Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY, Wendy Umar Senoaji, memastikan tak ada cedera serius yang dialami pemain UAD FC Amirul pascainsiden tersebut. Meski begitu, pihaknya terus memantau kondisi fisik Amirul.

"Yang pertama, Asprov PSSI DIY selalu melakukan komunikasi intens, tidak hanya kepada pemain UAD FC, tapi juga kepada pemain Kafi dan manajemen kedua klub. Setelah kejadian, pemain tersebut tidak membutuhkan perawatan medis dan masih bisa melanjutkan pertandingan," terang Wendy saat jumpa pers di Gondokusuman, Kota Jogja, Kamis (8/1/2026).

"Setelah pertandingan, tim medis memastikan kembali kondisi Mas Amirul. Saat dicek secara kasat mata tidak ditemukan luka serius, hanya terasa sakit saat memegang rahang. Namun kami tetap melakukan komunikasi intens dan malam harinya dilakukan rontgen," jelasnya.

Hasil rontgen juga menunjukkan kondisi Amirul yang cukup baik. Kendati demikian, pihak UAD FC masih terus melakukan pemantauan.

"Alhamdulillah hasil rontgen dinyatakan baik. Mudah-mudahan ke depannya juga diikuti dengan kesembuhan Mas Amirul. Jika dalam tujuh hari kondisinya tidak membaik, akan dilakukan CT scan lanjutan," tambah Wendy.



(apl/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads