Murid Sekolah di Kulon Progo Geruduk BK Buntut Satpam Diduga Lecehkan Siswi

Murid Sekolah di Kulon Progo Geruduk BK Buntut Satpam Diduga Lecehkan Siswi

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Kamis, 17 Sep 2026 14:27 WIB
Ilustrasi Kasus Pelecehan di KRL
Ilustrasi murid SMA di Kulon Progo dilecehkan satpam sekolah. Foto: Edi Wahyono/detikcom
Kulon Progo -

Murid-murid SMAN 1 Sentolo Kulon Progo sempat menggeruduk ruang bimbingan konseling (BK) sebagai reaksi atas dugaan satpam yang melecehkan seorang siswi. Pihak sekolah mengklarifikasi, saat ini oknum satpam telah diproses untuk diberhentikan.

"Spontan (siswa), 'Sopo bilang enggak diselesaikan? Malah didiamkan, satpamnya masih kelihatan.' Oh. Nah terus saya terangkan, 'Mas ini prosesnya tanggal sekian gini, tanggal sekian sudah diselesaikan, dan hasilnya sudah ditindaklanjuti," ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Johan Wahyudi, saat ditemui di SMAN 1 Sentolo, Kulon Progo, Kamis (17/9/2026).

Menurut Johan, penyebutan kasus pelecehan tersebut tidak ditindaklanjuti atau disembunyikan kurang tepat. Ia menyatakan sekolah telah melakukan penanganan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kata-kata di belum ditindaklanjuti dan belum apa? Terkesan disembunyikan itu kurang tepat karena sudah diselesaikan. Hanya mungkin kurang puas," katanya.

ADVERTISEMENT

Johan mengakui dirinya juga sebenarnya menginginkan satpam tersebut segera dipindahkan dari sekolah.

"Puasnya adalah dikeluarkan. Maksudnya, aku juga kurang puas wong saya usulnya dipindah. Saya kan bilang gitu," ujarnya.

Sebaliknya, Johan justru menuding aksi protes tersebut datang lantaran aturan sekolah soal siswa wajib hadir pukul 06.50 WIB. Namun, persoalan kasus satpam disebut ikut dimasukkan dalam materi protes yang dibuat siswa.

"Sebetulnya, awal mulanya itu ada kebijakan sekolah yang anak siswanya itu tidak senang, yaitu masuk pukul 06.50. Tapi dari sekolah itu diharapkan jam 07.00 itu memang sudah ada di ruangan. Perjalanan dari parkir ke sana dianggap 10 menit," ungkapnya.

"Nah itu numpang gitu lho. 'Oh kami enggak setuju masuk jam 06.50, wong ini aja kasus ini (dugaan pelecehan) belum ditangani kok. Nah itu jadi itu penumpang sebetulnya. Tapi yang viral malah penumpangnya," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang satpam outsourcing di SMAN 1 Sentolo diduga melecehkan salah satu siswi di sekolah itu.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Johan Wahyudi, mengatakan kejadian bermula saat dua siswi kelas hendak mengambil barang yang tertinggal di kelas usai latihan baris-berbaris tonti pada Agustus lalu.

Saat itu kondisi sekolah sudah sepi. Siswi kemudian meminta bantuan satpam untuk mengambil barang tersebut.

Johan mengatakan setelah mengambil barang, satpam tersebut disebut mencoba merangkul salah satu siswi. Namun, siswi tersebut menghindar.

Kejadian itu diketahui pihak sekolah setelah siswi melapor kepada guru BK. Johan mengatakan rekaman CCTV juga diperiksa untuk memastikan kejadian tersebut.

Menurut Johan, dari rekaman CCTV terlihat satpam tersebut mencoba merangkul siswi tersebut. Tampak juga siswi itu berupaya menghindar.



(apu/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads