SMA 1 Sentolo Tak Pecat Satpam Lecehkan Siswi, Wakil Kepsek: Kasihan

SMA 1 Sentolo Tak Pecat Satpam Lecehkan Siswi, Wakil Kepsek: Kasihan

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Kamis, 17 Sep 2026 15:06 WIB
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Johan Wahyudi, saat ditemui di SMAN 1 Sentolo, Kulon Progo, Kamis (17/9/2026).
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Johan Wahyudi, saat ditemui di SMAN 1 Sentolo, Kulon Progo, Kamis (17/9/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Kulon Progo -

Seorang satpam di SMAN 1 Sentolo, Kulon Progo, diduga melakukan pelecehan terhadap salah satu siswi sekolah tersebut. Meski demikian, pihak sekolah tidak memecat satpam itu dengan alasan kasihan.

"Pokoknya kalau bisa dipindah, di-rolling, anak-anak biar tidak (merasa tidak nyaman)," kata Wakil Kepala SMAN 1 Sentolo Bidang Kesiswaan, Johan Wahyudi saat ditemui di SMAN 1 Sentolo, Kamis (17/9/2026).

Johan mengatakan, pihak sekolah telah menghubungi penyedia jasa satpam dan meminta agar satpam itu dipindahkan alias tidak ditugaskan lagi di SMAN 1 Sentolo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ganti hari kami ke sana membawa video barang bukti itu. Lho ini anak buah sampeyan, ini ada videonya percobaan perangkulan, tapi dia menghindar. Nah ini kalau bisa mohon di-rolling lah. Kalau dipecat jangan, kasihan itu rezeki orang, pindah saja," ujar dia.

ADVERTISEMENT

Johan menjelaskan, kejadian bermula saat dua siswi kelas 10 hendak mengambil barang yang tertinggal di kelas setelah latihan baris-berbaris pada Agustus lalu.

"Nah ini ceritanya, kronologinya. Sekitar bulan Agustus awal itu ada dua siswi, siswi itu perempuan ya. Itu setelah rampung dari latihan baris tonti, itu ada barang ketinggalan di kelas," kata dia.

Saat itu kondisi sekolah sudah sepi. Siswi itu kemudian meminta bantuan satpam untuk mengambil barang tersebut.

"Nah, itu ketinggalan. Nah terus minta bantuan si satpam itu karena sudah pukul 16.00 ya. Sudah pada bubar semua, sudah ditutup-tutup semua. Nah, minta bantuan kepada oknum satpam tersebut untuk mengambilkan charger atau apa yang tertinggal," ujarnya.

Johan mengatakan, setelah mengambil barang yang tertinggal itu, si satpam disebut mencoba merangkul salah satu siswi. Namun, siswi tersebut menghindar.

"Nah setelah keluar itu, karena mereka statusnya masih bertetangga, maka dirangkullah anak itu kemudian dia (siswi) menghindar. Rangkul, menghindar," katanya.

Kejadian tersebut kemudian diketahui pihak sekolah setelah siswi itu melapor kepada guru Bimbingan Konseling (BK). Johan mengatakan, rekaman CCTV juga diperiksa untuk memastikan kejadian tersebut.

"Sudah, tapi karena ada CCTV. Nah terus si anak tersebut karena mungkin merasa tidak nyaman lalu lapor ke BK, 'Kemarin saya berusaha dirangkul oleh oknum satpam tersebut. Terus coba Bu minta CCTV-nya.' Mintalah CCTV jam itu," ujar Johan.

Menurut Johan, dalam rekaman CCTV terlihat satpam tersebut mencoba merangkul siswi dan siswi itu menghindar.

"Memang ada percobaan merangkul, dia menghindar, terus dia lari sambil VC sama temannya gitu lho, biar mungkin untuk biar tidak terulang lagi," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, viral di media sosial flyer yang bernarasikan kasus pelecehan oleh oknum satpam kepada siswi SMAN 1 Sentolo, Kulon Progo. Pihak sekolah buka suara terkait hal itu.

Dalam unggahan di media sosial itu, terlihat flyer yang bertuliskan 'Kasus Pencabulan Satpam Ditutup" hingga 'Siswa wajib berangkat pukul 6.50. Kami bukan budak'. Namun, yang menjadi sorotan adalah kasus pelecehan oknum satpam oleh siswi.



(dil/ahr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads