Hukuman Berat untuk Dwi Aan Buntut Tendangan Kungfu di Liga 4 DIY

Round-Up

Hukuman Berat untuk Dwi Aan Buntut Tendangan Kungfu di Liga 4 DIY

Tim detikJogja - detikJogja
Jumat, 09 Jan 2026 07:00 WIB
Hukuman Berat untuk Dwi Aan Buntut Tendangan Kungfu di Liga 4 DIY
Dwi Pilihanto Kafi Jogja saat melakukan tendangan kungfu ke pemain UAD FC Amirul dalam laga ajang Liga 4 DIY. Foto: Dok. Liga 4
Jogja -

Karir sepakbola pemain Kafi Jogja, Dwi Pilihanto Nugroho alias Dwi Aan, harus berakhir meski dalam pertandingan terakhir timnya berhasil menang dari UAD FC. Musababnya, dalam pertandingan itu Dwi Aan melakukan tendangan kungfu dan mendapat sanksi seumur hidup.

Peristiwa itu terjadi di Lapangan Sitimulyo, Piyungan, Bantul, pada Selasa (6/1) lalu. Insiden tersebut terjadi pada menit ke-72 saat pemain Kafi FC, Dwi Aan, tampak mengangkat kaki terlalu tinggi hingga menyerupai tendangan kungfu.

Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY menyatakan pemain bernomor punggung 2 itu melanggar Pasal 48 Jo. Pasal 49 Jo. Pasal 10 Jo. Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025. Sanksi itu tertuang dalam Surat Keputusan Nomor: 005/Pandis_Liga4DIY_PSSI_DIY/I/2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain diharamkan menyentuh lapangan hijau seumur hidup, Dwi Pilihanto juga diwajibkan membayar denda administratif sebesar satu juta rupiah," ucap Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY, Wendy Umar Senoadji dalam keterangan resmi, Rabu (7/1/2026) malam.

ADVERTISEMENT

Kini Dipecat Klub

Selain hukuman larangan bermain seumur hidup, Dwi Aan kini dipecat oleh timnya. Manajemen Kafi Jogja mengaku tak akan mengajukan banding dan memberhentikan Dwi dari bagian tim.

"Kalo dari manajemen Kafi kita menerima dengan baik apapun keputusan komdis PSSI. Kita berusaha menjunjung tinggi fair play dan menaati aturan yang berlaku," ujar manajer Kafi Jogja, Muhammad Hasanudin saat dihubungi wartawan, Kamis (8/1/2026).

"Saat ini (pemain) sudah diberhentikan. Kalau Dwi sekarang fokus menenangkan diri dulu," tegasnya.

Hasanudin menyebut ini menjadi pelajaran bagi seluruh pemain. Dia berharap kejadian serupa tak terulang.

"Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pemain dan pihak-pihak yang terlibat dalam kancah sepakbola tanah air, dan tidak terulang kembali di kemudian hari," terangnya.

"Setelah hukuman ini turun, sekarang kami hanya fokus untuk partai final Liga 4 Piala Gubernur DIY tanggal 18 nanti di Stadion Mandala Krida," pungkasnya.

Kondisi Korban

Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY, Wendy Umar Senoaji, memastikan tak ada cedera serius yang dialami pemain UAD FC Amirul pascainsiden tersebut. Meski begitu, pihaknya terus memantau kondisi fisik Amirul.

"Yang pertama, Asprov PSSI DIY selalu melakukan komunikasi intens, tidak hanya kepada pemain UAD FC, tapi juga kepada pemain Kafi dan manajemen kedua klub. Setelah kejadian, pemain tersebut tidak membutuhkan perawatan medis dan masih bisa melanjutkan pertandingan," ujar Wendy saat jumpa pers di Gondokusuman, Kota Jogja, Kamis (8/1/2026).

"Setelah pertandingan, tim medis memastikan kembali kondisi Mas Amirul. Saat dicek secara kasat mata tidak ditemukan luka serius, hanya terasa sakit saat memegang rahang. Namun kami tetap melakukan komunikasi intens dan malam harinya dilakukan rontgen," jelasnya.

Hasil rontgen juga menunjukkan kondisi Amirul yang cukup baik. Kendati demikian, pihak UAD FC masih terus melakukan pemantauan.

"Alhamdulillah hasil rontgen dinyatakan baik. Mudah-mudahan ke depannya juga diikuti dengan kesembuhan Mas Amirul. Jika dalam tujuh hari kondisinya tidak membaik, akan dilakukan CT scan lanjutan," tambah Wendy.




(afn/alg)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads