Antusias pesepeda dalam Jogja Last Friday Ride (JLFR) tak terbendung. Kawasan Malioboro tumpah ruah dipadati pegowes segala usia. Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo yang datang langsung mengakui ternyata kondisi tetap kondusif.
JLFR digelar hari Jumat (31/7) malam kemarin. Hasto pun turun langsung untuk memantau kondisi baik di kawasan Tugu maupun Malioboro.
"Kan saya harus belajar untuk misalkan supaya semua lancar, supaya pengguna jalan itu bisa sithik eding ya, seperti apa baiknya. Saya harus belajar di lapangan. Kalau saya nggak tahu di lapangan, saya juga nanti kalau ada masalah-masalah, saya tidak bisa mengatasi sesuai dengan problem yang riil," ujar Hasto saat ditemui di Malioboro, Jumat (31/7/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka saya ingin melihat dan saya udah ngikuti tadi dari Kridosono, kemudian sampai sini, saya muter dua kali itu. Tapi alhamdulillah sampai jam ini tidak ada masalah. Saya tadi ya ke Tugu, saya ngecek bagaimana dari Tugu sampai ke Stasiun Tugu juga. Alhamdulillah nggak ada masalah," sambungnya.
Dia menyebut dari pantauannya, situasi tetap kondusif. Dia menyebut ada pembagian jalan antara pesepeda dan kendaraan lain.
"Kondusif, kondusif, yang penting untuk dicek kan yang dari Tugu sampai, Mangkubumi, terus sampai ke Teteg atau Stasiun. Cukup kondusif di situ. Yang mobilnya jalan di sebelah kanan, kemudian sepedanya di sebelah kiri," ujarnya.
Sementara itu dari pantauan detikJogja kemarin, para pesepeda sudah memadati jalanan sejak pukul 19.00 WIB. Semakin malam, semakin padat jalanan oleh pesepeda yang menuju pusat kota, Malioboro.
Sempat ada ketersendatan lalu lintas di beberapa titik persimpangan yang terdapat lampu Apill. Namun ketika sampai di Malioboro, kondisi lalu lintas pesepeda lebih lengang karena adanya car free night. Kemudian terus ke selatan hingga ke Titik Nol Kilometer, konsentrasi arus lalin pesepeda terpecah ke selatan, timur, dan barat.
(alg/alg)

Komentar Terbanyak
Ulah Oknum Fotografer 'Kuasai' Pelang Jalan Malioboro demi Cuan
Pelukis Jogja Nasirun Tutup Usia
Alasan di Balik Ditutupnya Belasan Dapur MBG di DIY