Jogja Last Friday Ride (JLFR) kembali tergelar malam ini. Seperti biasa, kawasan Malioboro yang selalu menjadi rujukan para pesepeda tumpah ruah dipadati para pegowes segala usia. Meski padat dengan para pesepeda, lalu lintas masih terbilang lancar.
Pantauan detikJogja, para pesepeda sudah memadati jalanan sejak pukul 19.00 WIB. Semakin malam, semakin padat jalanan oleh pesepeda yang menuju pusat kota, Malioboro.
Dari barat, simpang empat Jetis sudah tersendat saat antrean lampu Apill. Terus ke timur, Kawasan Tugu Jogja pun tak kalah ramai. Bunyi klakson sesekali terdengar saat pesepeda terlalu memakan badan jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar pukul 20.00 WIB, simpang Kridosono yang menjadi titik kumpul, tampak tersendat lalu lintasnya. Pesepeda dari jalan Abu Bakar Ali, Jalan Suroto, dan Jalan Atmosukarto berduyun duyun memadati simpang Kridosono.
Situasi JLFR di Simpang Kridosono dan jalan Malioboro, Jumat (31/7) malam. Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja |
Alhasil, arus lalu lintas tepatnya di ujung Jalan Atmosukarto pun tersendat. Di Kleringan pun demikian, lalu lintas dari jalan Mangkubumi ke arah menuju Jalan Abu Bakar Ali turut tersendat.
Sedangkan di kawasan Malioboro, lalu lintas sepeda cenderung ramai lancar karena penerapa car free night. Terus ke selatan hingga ke Titik Nol Kilometer, konsentrasi arus lalin pesepeda terpecah ke selatan, timur, dan barat.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, terjun langsung memantau dan berkeliling kawasan Tugu hingga Malioboro. Menurutnya, aktivitas JLFR malam ini masih tergolong kondusif.
"Kan saya harus belajar untuk misalkan supaya semua lancar, supaya pengguna jalan itu bisa sithik eding ya, seperti apa baiknya. Saya harus belajar di lapangan. Kalau saya nggak tahu di lapangan, saya juga nanti kalau ada masalah-masalah, saya tidak bisa mengatasi sesuai dengan problem yang riil," ujar Hasto saat ditemui di Malioboro, Jumat (31/7/2026) malam.
"Maka saya ingin melihat dan saya udah ngikuti tadi dari Kridosono, kemudian sampai sini, saya muter dua kali itu. Tapi alhamdulillah sampai jam ini tidak ada masalah. Saya tadi ya ke Tugu, saya ngecek bagaimana dari Tugu sampai ke Stasiun Tugu juga. Alhamdulillah nggak ada masalah," sambungnya.
Situasi JLFR di Simpang Kridosono dan jalan Malioboro, Jumat (31/7) malam. Foto: Adji Ganda Rinepta/detikJogja |
Hasto mengaku akan memantau hingga puncak keramaian JLFR untuk mengetahui kondisi terparahnya. Sehingga nantinya pihaknya bisa mengevaluasi kekurangan agar tak terjadi di JLFR selanjutnya.
"Saya mau lihat puncaknya, puncak kepadatannya. Kalau sudah puncaknya terlewati, baru bisa saya (pulang)," terang Hasto.
"Kondusif, kondusif, yang penting untuk dicek kan yang dari Tugu sampai, Mangkubumi, terus sampai ke Teteg atau Stasiun. Cukup kondusif di situ. Yang mobilnya jalan di sebelah kanan, kemudian sepedanya di sebelah kiri," pungkasnya.
(apl/apl)



Komentar Terbanyak
Ulah Oknum Fotografer 'Kuasai' Pelang Jalan Malioboro demi Cuan
Alasan di Balik Ditutupnya Belasan Dapur MBG di DIY
Alasan Mahasiswa USD Cosplay Kamen Rider Saat Ujian Proposal Tesis