Maestro lukis Nasirun meninggal dunia pagi ini. Rumah duka di Kasihan, Bantul, sudah mulai dipadati keluarga dan kerabat untuk menyampaikan bela sungkawa.
Pantauan detikJogja, sekitar pukul 9.00 WIB, kerabat dan keluarga sudah mulai memadati rumah duka. Semakin siang, semakin banyak pelayat yang datang, begitupun karangan bunga. Pelayat pun silih berganti menyolatkan seniman asal Cilacap Jawa Tengah itu.
Salah satu tetangga Nasirun, Jumaldi Alfi mengaku kaget atas kematian sahabatnya itu. Tak ayal, Alfi yang rumahnya tak jauh dari rumah Nasirun, baru kemarin sore melihat Nasirun menyapu halaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih (ketemu) di sini, di rumahnya. Saya lewat sini dia lagi nyapu. Masih kegiatan," ujar Alfi di rumah duka, Sabtu (1/7).
Baca juga: Pelukis Jogja Nasirun Tutup Usia |
"kalau saya kan memang satu komplek. Jadi kan setiap hari ketemu, terakhir ketemu kemarin sore ya masih sempat ngobrol-ngobrol. Dua hari yang lalu nonton pameran bareng," sambungnya.
Meski begitu, kata Alfi, dua hari belakangan Nasirun memang tampak sering berjaket lantaran cuaca Jogja yang dingin akhir akhir ini.
"Sebenarnya dua hari itu saya udah lihat beliau udah anu ya, tapi kan kita ngerasa itu kan kayak cuaca Jogja hari ini kan memang lagi dingin. Wis koyo ngono krukupan, jaketan, ya biasa gojek-gojek aja. Bercandaan kayak Nasirun," ujarnya.
"Nah kemarin sore juga kayak gitu dia itu. Saya sendiri pas dikasih tahu tadi pagi langsung kaget sekali karena nggak nyangka, baru kemarin kita ngobrol-ngobrol itu. Gitu. Jadi prosesnya cepat sekali," imbuhnya.
Alfi, yang juga pelukis itu, menambahkan, pihak keluarga menyampaikan jika 3 hari terakhir Nasirun sesekali sesak nafas. Namun Alfi mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kematian Nasirun.
"Jadi memang kalau sesaknya itu kata keluarga tiga hari ini udah sesak cuman kan hilang timbul hilang timbul gitu, terus dan memang beliau itu kan orang yang agak takut kalau periksa-periksa ke dokter, biasa lah seniman gitu kan," terangnya.
"Jadi ya biasa aja merasa tidak masalah. Cuman jam dua tadi sudah merasa tidak-tidak anu, akhirnya mau dibawa ke rumah sakit. (penyebab pasti kematian) Ah itu mungkin keluarga yang tahu, cuman kayaknya lebih ke memang henti jantung gitu," lanjut Alfi.
Suasana rumah duka perupa Nasirun di Kasihan, Bantul, Sabtu (1/8/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja |
Alfi mengatakan, Nasirun menghembuskan napas terakhirnya pagi tadi sekitar pukul 6.00 WIB. Sang maestro meninggal di usia 60 tahun.
"Jam dua sesak nafasnya sudah tidak apa tidak apa sudah mencemaskan terus dibawa. Cuman kan nggak ngebayangkan akan sejauh itu. Jadi ketika dibawa kita nggak ngebayangkan bahwa ada serangan jantung, ada apa gitu kan sangka sesak biasa aja," jelasnya.
"saya langsung sini nyiapin di sini jadi anak-anak ke sana, saya sini karena kan nggak ada orang di sini. Dari itu ke rumah sakit jam duaan, meninggal itu jam 5.50-an itu. Jadi ya sekitar 4 jam," pungkas Alfi.


Komentar Terbanyak
Ulah Oknum Fotografer 'Kuasai' Pelang Jalan Malioboro demi Cuan
Pelukis Jogja Nasirun Tutup Usia
Alasan di Balik Ditutupnya Belasan Dapur MBG di DIY