Penampakan cahaya merah muncul di langit sekitar perbatasan Klaten dan Sleman, malam tadi. Astronom amatir Indonesia, Marufin Sudibyo, memperkirakan cahaya tersebut merupakan objek buatan manusia.
Informasi itu diunggah akun Instagram @merapi_uncover. Dalam unggahan itu nampak cahaya merah menyala menghiasi langit malam daerah Prambanan.
"Apa ini ya lir terlihat jelas dari jalan Manisrenggo Prambanan sekitar pukul 22:28 WIB 15/9/2026," tulis akun tersebut seperti dilihat detikJogja, Rabu (16/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait fenomena tersebut, Marufin mengamati dua hal yang menjadi perhatian, yakni objek tersebut tidak terkesan bergerak dan tidak menunjukkan bentuk mirip ekor.
"Objek tidak terkesan bergerak. Objek tidak menampakkan bentukan mirip ekor," kata Marufin kepada detikJogja lewat pesan singkat.
"Maka hemat saya, objek ini berada dalam jarak yang relatif jauh dari pengamat dan bergerak dengan kecepatan rendah, sehingga seakan-akan berhenti di udara," jelasnya.
Marufin kemudian menyebut cahaya tersebut bukan meteor terang. Sebab, tidak terlihat kilatan cahaya khas meteor maupun kondisi langit yang mendadak menjadi terang.
"Objek itu bukan meteor terang (karena tidak kelihatan kilatan cahaya khas dan kondisi mendadak terang)," ujarnya.
Dia juga menepis kemungkinan cahaya tersebut merupakan reentry atau masuknya kembali sampah antariksa ke atmosfer. Menurutnya, tidak terlihat fragmen-fragmen maupun bentuk menyerupai ekor pada objek tersebut.
"Juga bukan reentry dari sampah antariksa (karena tidak kelihatan adanya fragmen-fragmen dan bentuk mirip ekor)," kata Marufin.
Selain itu, cahaya tersebut dinilai bukan jejak kondensasi atau contrail pesawat. Marufin menjelaskan kondisi malam membuat contrail pesawat tidak lagi dapat terlihat.
"Juga bukan merupakan jejak kondensasi (contrail) pesawat, karena dalam situasi malam itu sudah tidak bisa dilihat lagi contrail-nya," imbuhnya.
Marufin memperkirakan cahaya merah itu merupakan objek buatan manusia yang terbang di ketinggian relatif rendah.
"Maka tafsiran saya, obyek ini buatan manusia yang terbang di ketinggian rendah. Kemungkinan layang-layang yang diberi lampu. Atau balon gas yang juga diberi lampu," pungkasnya.
Dilansir detikJateng, video benda menyerupai bola api yang terbang malam hari di wilayah Kecamatan Manisrenggo, Klaten viral. Benda berwarna merah terlihat warga dan pengguna jalan hingga sempat diteriaki maling.
"Di sini jam 22.00 WIB, di sana (barat) jam 20.00 WIB , di sana (utara) jam 18.30 WIB. Jadi tiga kali terlihat," tutur Sukirno (55) warga Dukuh Sambirejo, Desa Barukan, Kecamatan Manisrenggo kepada detikJateng di lokasi, Rabu (16/9/2026) siang.
Dijelaskan Sukirno, benda tersebut dilihat banyak warga yang masih belum tidur. Bentuk seperti bola tapi berwarna merah.
"Bentuknya seperti bola berwarna merah. Di sini terlihat sekitar empat menit baru hilang," kata Sukirno.
