Gilang Difabel Penjual Rambak Akhirnya Dapat Lapak Jualan di Pasar Ngasem

Gilang Difabel Penjual Rambak Akhirnya Dapat Lapak Jualan di Pasar Ngasem

Adji G Rinepta - detikJogja
Jumat, 24 Jul 2026 18:55 WIB
Gilang Rizki (29) disabilitas netra penjual kerupuk rambak di Pasar Ngasem, Rabu (22/7).
Gilang Rizki (29) disabilitas netra penjual kerupuk rambak di Pasar Ngasem, Rabu (22/7). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Gilang Rizki (29), penyandang disabilitas netra yang sempat terusir saat mengasong di Pasar Ngasem Kota Jogja, kini punya lapak berjualan. Penjual kerupuk rambak itu mendapat bantuan dari salah satu pedagang yang sudah memiliki los di pasar Ngasem.

Kepala Bidang Pasar Rakyat Dinas Pedagangan (Disdag) Kota Jogja, Gunawan Nugroho Utomo, mengatakan pihaknya telah melakukan audiensi bersama para pedagang untuk membantu mencari solusi. Tak hanya untuk Gilang, namun juga pedagang asongan lainnya.

"Kami kan dengan kondisi Pasar Ngasem saat ini kan juga kesulitan untuk mencoba membantu solusinya," jelas Gunawan saat dihubungi, Jumat (24/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah beberapa alternatif solusi kalau terkait titip jual. Kemudian saya kalau coba misal berkenan di pasar yang lain, saya bantu untuk menjadi pedagang di pasar yang lain," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Gunawan bilang, para pedagang asongan menyambut baik alternatif solusi titip jual. Namun, ada satu pedagang yang malah menawarkan sedikit tempat di sudut losnya untuk bisa ditempati Gilang.

"Nah pada saat itu kita coba komunikasikan, beberapa teman-teman pedagang itu berkenan untuk membantu, tidak hanya titip jual, tapi mungkin berkarya bersama. Nah, salah satunya dari (warung) Yu Jumilah," ujar Gunawan.

Untuk urusan retribusi, kata Gunawan, tanggung jawab masih berada di si empunya los lapak. Meski tak merinci besarannya, Gunawan memastikan tarif retribusi di Pasar Ngasem masih sangat murah. Besaran retribusi juga berbeda tiap los, bergantung luas, posisi, dan jenis dagangan.

"Nek retribusi kan menjadi tanggung jawab atas nama, yang pemegang alas haknya, dan kalau di retribusinya kalau di kita kan memang ngapunten nggih sangat murah. Jadi tentunya (warung) Yu Jumilah semangatnya pengin membantu. Semoga nanti Mas Gilang atau teman-teman yang lain bisa berkarya atau mengais berkah di Pasar Ngasem," paparnya.

Meski Gilang kini sudah punya tempat jualan, Gunawan bilang, pihaknya tidak berhenti mencari solusi untuknya. Tak hanya bagi Gilang, namun juga pedagang asongan lainnya.

"Masih (akan dicarikan solusi), Mas. Kami masih berupaya. Kan juga masih ada ini teman-teman asongan lain juga, dan sebagainya, tidak hanya di Ngasem juga sih, di beberapa pasar kami kan juga kathah (banyak)," terangnya.

Dihubungi terpisah, Gilang mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemilik warung jenang Yu Jumilah karena sudah diberi tempat. Namun, ia tetap mempertanyakan komitmen pemerintah untuk mencarikan solusi jangka panjang.

"(Oleh pemilik los) Yowes aku suruh pindah ke situ aja, ada space kecil, itu lumayan, sudah cukup banget buat jualan aku. Sebenarnya itu lapaknya beliau, buat makan, terus dikasih meja buat aku jualan," ujar Gilang saat dihubungi.

"Untuk pemerintah, ini gimana? Apa emang dari dinasnya emang nggak punya solusi? Wong tempat dikasih yang punya jenang. Untuk ke depan mau gimana? Apakah akan memfasilitasi temen-temen disabilitas?" pungkasnya.



(alg/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads