Renungan Harian Katolik 9 Maret 2026 2026 dan Bacaan Hari Ini: Kesembuhan

Renungan Harian Katolik 9 Maret 2026 2026 dan Bacaan Hari Ini: Kesembuhan

Santo - detikJogja
Senin, 09 Mar 2026 03:30 WIB
Renungan harian Katolik 9 Maret 2026 lengkap dengan daftar bacaannya.
Renungan harian Katolik. (Foto: freepik/Freepik)
Jogja -

Bagi umat Katolik, renungan harian Katolik hari ini adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.

Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 Tahun A/II yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 9 Maret 2026 merupakan hari biasa pekan III Prapaskah dengan peringatan kisah Santo Gregorius dari Nyssa, Uskup dan Bapa Gereja; Santa Fransiska Romana, Janda; dan Empat puluh Martir dari Sebaste. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah ungu.

Mengangkat tema tentang kesembuhan rohani, mari simak renungan Katolik hari Senin, 9 Maret 2026 yang dikutip dari buku "Inspirasi Pagi" oleh Paulus Erwin Sasmito PR. Renungan harian Katolik berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil dan doa Katolik hari ini sebagai penutup.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Katolik Hari Ini Senin, 9 Maret 2026

Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 9 Maret 2026

Sebelum berefleksi dalam renungan Katolik hari ini, umat dapat membaca bacaan Katolik hari ini, 9 Maret 2026 2026. Adapun menurut kalender liturgi Komisi Liturgi KWI, bacaan Katolik hari ini dimulai dengan 2Raj. 5:1-15a; dilanjut Mazmur Mzm. 42:2,3,4; bacaan Injil Luk. 4:24-30; dan bacaan ofisi Kel 24:1-18. Berikut ini uraiannya:

ADVERTISEMENT

Bacaan I 2Raj. 5:1-15a

  • 2Raj 5:1 Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia Tuhan telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta.
  • 2Raj 5:2 Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman.
  • 2Raj 5:3 Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: "Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya."
  • 2Raj 5:4 Lalu pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, katanya: "Begini-beginilah dikatakan oleh gadis yang dari negeri Israel itu."
  • 2Raj 5:5 Maka jawab raja Aram: "Baik, pergilah dan aku akan mengirim surat kepada raja Israel." Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian.
  • 2Raj 5:6 Ia menyampaikan surat itu kepada raja Israel, yang berbunyi: "Sesampainya surat ini kepadamu, maklumlah kiranya, bahwa aku menyuruh kepadamu Naaman, pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan dia dari penyakit kustanya."
  • 2Raj 5:7 Segera sesudah raja Israel membaca surat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya serta berkata: "Allahkah aku ini yang dapat mematikan dan menghidupkan, sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku, supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya? Tetapi sesungguhnya, perhatikanlah dan lihatlah, ia mencari gara-gara terhadap aku."
  • 2Raj 5:8 Segera sesudah didengar Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya: "Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel."
  • 2Raj 5:9 Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa.
  • 2Raj 5:10 Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: "Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir."
  • 2Raj 5:11 Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: "Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama Tuhan, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!
  • 2Raj 5:12 Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?" Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.
  • 2Raj 5:13 Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir."
  • 2Raj 5:14 Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.
  • 2Raj 5:15 Kemudian kembalilah ia dengan seluruh pasukannya kepada abdi Allah itu. Setelah sampai, tampillah ia ke depan Elisa dan berkata: "Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel. Karena itu terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!"

Bacaan Mazmur Mzm. 42:2,3,4

  • Mzm 42:2 Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
  • Mzm 43:3 Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
  • Mzm 43:4 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!

Bacaan Injil Luk. 4:24-30

  • Luk 4:24 Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
  • Luk 4:25 Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
  • Luk 4:26 Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
  • Luk 4:27 Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu."
  • Luk 4:28 Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
  • Luk 4:29 Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
  • Luk 4:30 Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

Bacaan Ofisi Kel 24:1-18

  • Kel 24:1 Berfirmanlah Ia kepada Musa: "Naiklah menghadap Tuhan, engkau dan Harun, Nadab dan Abihu dan tujuh puluh orang dari para tua-tua Israel dan sujudlah kamu menyembah dari jauh.
  • Kel 24:2 Hanya Musa sendirilah yang mendekat kepada Tuhan, tetapi mereka itu tidak boleh mendekat, dan bangsa itu tidak boleh naik bersama-sama dengan dia."
  • Kel 24:3 Lalu datanglah Musa dan memberitahukan kepada bangsa itu segala firman Tuhan dan segala peraturan itu, maka seluruh bangsa itu menjawab serentak: "Segala firman yang telah diucapkan Tuhan itu, akan kami lakukan."
  • Kel 24:4 Lalu Musa menuliskan segala firman Tuhan itu. Keesokan harinya pagi-pagi didirikannyalah mezbah di kaki gunung itu, dengan dua belas tugu sesuai dengan kedua belas suku Israel.
  • Kel 24:5 Kemudian disuruhnyalah orang-orang muda dari bangsa Israel, maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan menyembelih lembu-lembu jantan sebagai korban keselamatan kepada Tuhan.
  • Kel 24:6 Sesudah itu Musa mengambil sebagian dari darah itu, lalu ditaruhnya ke dalam pasu, sebagian lagi dari darah itu disiramkannya pada mezbah itu.
  • Kel 24:7 Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: "Segala firman Tuhan akan kami lakukan dan akan kami dengarkan."
  • Kel 24:8 Kemudian Musa mengambil darah itu dan menyiramkannya pada bangsa itu serta berkata: "Inilah darah perjanjian yang diadakan Tuhan dengan kamu, berdasarkan segala firman ini."
  • Kel 24:9 Dan naiklah Musa dengan Harun, Nadab dan Abihu dan tujuh puluh orang dari para tua-tua Israel.
  • Kel 24:10 Lalu mereka melihat Allah Israel; kaki-Nya berjejak pada sesuatu yang buatannya seperti lantai dari batu nilam dan yang terangnya seperti langit yang cerah.
  • Kel 24:11 Tetapi kepada pemuka-pemuka orang Israel itu tidaklah diulurkan-Nya tangan-Nya; mereka memandang Allah, lalu makan dan minum.
  • Kel 24:12 Tuhan berfirman kepada Musa: "Naiklah menghadap Aku, ke atas gunung, dan tinggallah di sana, maka Aku akan memberikan kepadamu loh batu, yakni hukum dan perintah, yang telah Kutuliskan untuk diajarkan kepada mereka."
  • Kel 24:13 Lalu bangunlah Musa dengan Yosua, abdinya, maka naiklah Musa ke atas gunung Allah itu.
  • Kel 24:14 Tetapi kepada para tua-tua itu ia berkata: "Tinggallah di sini menunggu kami, sampai kami kembali lagi kepadamu; bukankah Harun dan Hur ada bersama-sama dengan kamu, siapa yang ada perkaranya datanglah kepada mereka."
  • Kel 24:15 Maka Musa mendaki gunung dan awan itu menutupinya.
  • Kel 24:16 Kemuliaan Tuhan diam di atas gunung Sinai, dan awan itu menutupinya enam hari lamanya; pada hari ketujuh dipanggil-Nyalah Musa dari tengah-tengah awan itu.
  • Kel 24:17 Tampaknya kemuliaan Tuhan sebagai api yang menghanguskan di puncak gunung itu pada pemandangan orang Israel.
  • Kel 24:18 Masuklah Musa ke tengah-tengah awan itu dengan mendaki gunung itu. Lalu tinggallah ia di atas gunung itu empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya.

Renungan Harian Katolik Senin 9 Maret 2026

Saudara-saudari terkasih, ada satu nama yang menjadi benang merah dari kedua bacaan hari ini, yakni Naaman. Siapa Naaman? Naaman adalah panglima tentara Aram. Ia terpandang, berkuasa, dan dihormati. Namun, ia menderita kusta. Ia lalu datang kepada Nabi Elisa.

Nabi Elisa menyuruhnya mandi tujuh kali di Sungai Yordan. Awalnya, Naaman tersinggung dan merasa diremehkan, sebab Ia berharap Nabi Elisa akan menemuinya dan memperlakukannya secara istimewa.

Namun, akhirnya Naaman mendengarkan nasihat para pegawainya. Ia menanggalkan gengsinya. Ia turun ke Sungai Yordan dan membasuh diri tujuh kali. Mukjizat pun terjadi. Kulitnya menjadi tahir.

Yesus menyebut nama Naaman dalam bacaan Injil hari ini. Ia menyebut kisah Naaman di hadapan orang-orang sekampung-Nya dengan maksud agar hati mereka terbuka. Mereka mengenal Yesus sejak kecil, tetapi kedekatan itu justru membuat mereka meremehkan Dia dan tidak terbuka pada kehadiran-Nya.

Seorang asing seperti Naaman disembuhkan karena mau bersikap terbuka. Berbeda dengan itu, orang-orang yang sekampung dengan Yesus tidak mengalami mukjizat karena hati mereka tertutup.

Belajar dari Naaman, kita dapat merefleksikan beberapa hal dalam kehidupan kita. Pertama, menyadari kerapuhan di balik kehebatan. Secara manusiawi, Naaman memiliki segalanya, tetapi dirinya rapuh. Bisa jadi, ini juga menjadi gambaran hidup kita.

Kita mungkin punya jabatan, pengetahuan, dan pengalaman. Namun, di dalam diri kita, mungkin ada "kusta" yang tersembunyi, yakni luka batin, kesombongan, iri hati, kebencian, dendam, kemarahan, ataupun dosa. Mari kita menyadari kerapuhan kita dan belajar untuk rendah hati.

Kedua, kerendahan hati merupakan pintu mukjizat Tuhan. Naaman awalnya tersinggung melihat sikap Nabi Elisa. Ia berharap mendapat perlakuan yang lebih baik. Kita sering kali juga seperti itu. Kita mau agar Tuhan menyembuhkan kita, tetapi dengan cara yang kita mau.

Kita mau Tuhan bertindak, tetapi hendaknya yang sesuai dengan skenario kita. Ketika jawaban Tuhan ternyata sederhana, biasa, dan tidak sesuai ekspektasi, kita lalu merasa kecewa. Kesembuhan sering kali terhalang, bukan karena Tuhan tidak mau, melainkan karena hati kita tidak mau merendah.

Belajar dari Naaman, mukjizat terjadi bukan ketika kita marah atau menggerutu, melainkan ketika kita taat. Kesembuhan terjadi bukan ketika kita merasa hebat, melainkan ketika kita bersikap rendah hati.

Saudara-saudari yang terkasih, kesembuhan rohani dimulai dari kerendahan hati dan keterbukaan, yakni terbuka untuk ditegur, terbuka untuk dibimbing, dan terbuka bagi cara Tuhan yang sederhana. Tuhan sering bekerja melalui hal-hal biasa, misalnya melalui nasihat yang sederhana, percakapan yang jujur, atau doa yang tekun.

Pertanyaan refleksi untuk kita: Apakah kita mau "turun ke Sungai Yordan"? Apakah kita mau menanggalkan kesombongan kita? Apakah kita cukup rendah hati untuk ditegur, diberi masukan, dan disembuhkan?

Doa Katolik Hari Ini

Ya Tuhan, semoga kerahimanMu membersihkan dan menguatkan umatnMu. Bimbinglah kami dengan rahmatMu, karena tanpa Engkau kami tak mungkin selamat.

Demi Yesus Kristus, PutraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Demikian renungan harian Katolik hari ini Senin, 9 Maret 2026 dengan bacaan Injil dan doa penutup. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita. Amin.

FAQ

1. Renungan harian Katolik 9 Maret 2026 tentang apa?

Renungan Katolik hari ini 9 Maret 2026 mengangkat refleksi tentang kesembuhan rohani yang sering terhalang oleh sikap sombong dalam diri seseorang.

2. Apa bacaan Injil Katolik hari ini 9 Maret 2026?

Bacaan Injil Katolik 9 Maret 2026 adalah Lukas 4 mulai dari ayat 24 sampai 30.

3. Kisah siapa yang diperingati dalam Liturgi Katolik hari ini 9 Maret 2026?

Dalam renungan harian Katolik 9 Maret 2026, kita juga merenungi kisah Santo Gregorius dari Nyssa (Uskup dan Bapa Gereja), Santa Fransiska Romana (Janda), dan Empat puluh Martir dari Sebaste.




(sto/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads