Pengirim Sapi Kurban 'TIW' ke Masjid Dekat Rumah Amien Rais dari Jakarta

Pengirim Sapi Kurban 'TIW' ke Masjid Dekat Rumah Amien Rais dari Jakarta

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Sabtu, 30 Mei 2026 16:00 WIB
Penampakan sapi kurban dengan inisial TIW yang dikirim ke Masjid Fatahillah, Padukuhan Gejayan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman.
Penampakan sapi kurban dengan inisial TIW yang dikirim ke Masjid Fatahillah, Padukuhan Gejayan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman. Foto: Dok. takmir masjid
Sleman -

Seekor sapi kurban bertulisan 'TIW' mengejutkan warga di Padukuhan Gejayan, Kalurahan Condongcatur, Kabupaten Sleman, saat Idul Adha 2026. Pengurus Masjid Fatahillah mengungkapkan proses kedatangan sapi yang dikirimkan oleh sosok berinisial Pak TIW itu.

Takmir Masjid Fatahillah, Muhani, mengatakan dirinya pertama kali dihubungi melalui jalur Babinsa dan dukuh setempat. Saat itu ada informasi bahwa seorang donatur dari Jakarta ingin menyalurkan hewan kurban ke wilayah Sleman.

"Melalui Pak Babinsa Condongcatur, terus lewat Pak Dukuh menghubungi saya selaku pengurus Masjid Fatahillah. Kami diminta menerima sapi kurban karena Pak TIW ingin berkurban di wilayah Sleman," kata Muhadi saat dihubungi detikJogja, Sabtu (30/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Muhadi, masjid yang dikelolanya dipilih karena lokasinya tidak jauh dari kediaman tokoh nasional Amien Rais. Dari informasi yang diterimanya, pihak pengirim mencari masjid terdekat dari rumah Amien Rais.

"Soalnya Pak TIW itu ingin berkurban di wilayah Sleman, Jogja. Terus ditanya masjid yang terdekat dengan tempatnya Pak Amien Rais mana, ya Masjid Fatahillah ini," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Muhadi mengaku tidak mengetahui secara pasti identitas lengkap sosok TIW. Ia hanya mendapat informasi bahwa pengirim sapi kurban itu berasal dari Jakarta dan diminta untuk tidak menyebarkan nama lengkap donatur tersebut.

"Pak TIW itu dari Jakarta, mereka bilang 'saya tidak boleh kasih nama, ini rahasia'. Dari yang jual sapinya juga bilang tidak boleh kasih tahu," ungkapnya.

Muhadi menuturkan, sapi tersebut tiba di Masjid Fatahillah sekitar pukul 02.30 WIB pada malam takbiran. Hewan kurban itu diantar menggunakan kendaraan bak terbuka oleh tiga orang.

"Itu sampai sini sekitar jam setengah tiga pagi. Yang mengantar tiga orang pakai mobil elsapek itu. Kemarin yang datang ke sini waktu saya tanya, 'datangnya dari mana, mas?' Jawabnya dari Ngawi," ucapnya.

Muhadi menyebut sapi kurban bertulis TIW itu berjenis metal dan berbobot sekitar 1,1 ton. Setelah disembelih pada Idul Adha, daging sapi tersebut dibagikan kepada warga sekitar.

Muhadi menyebut jumlah hewan kurban di Masjid Fatahillah sebenarnya sudah mencukupi sebelum sapi dari TIW itu datang.

"Itu metal jumbo, beratnya sekitar 1,1 ton. Sebenarnya di sini sudah ada empat sapi dan 14 kambing. Sudah cukup, bahkan lebih. Tapi karena ada yang mau sedekah sapi masak ditolak. Kami terima," ujarnya.

Muhadi menambahkan, sebagian daging kurban juga dititipkan kepada kerabat warga di sejumlah daerah di luar Sleman, seperti Kulon Progo, Magelang, Wonosobo, hingga Wonosari.

"Kalau ada sisa, biasanya warga punya saudara di luar daerah. Ada yang di Wonosobo, Kulon Progo, Magelang, Wonosari. Itu kami titipkan lewat mereka," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga di Padukuhan Gejayan, Kalurahan Condongcatur, Sleman dibuat bertanya-tanya soal sosok yang mengirim sapi 1,1 ton untuk kurban di masjid setempat. Pemberi kurban itu hanya mencantumkan inisial TIW.

"Pengirimnya menyampaikan hanya atas nama Pak TIW untuk warga kompleks dan berharap bisa bermanfaat bagi masyarakat," Ketua Takmir Masjid Fatahillah, Muhani saat dihubungi, Jumat (29/5/2026).

"Yang kami terima informasinya sapi ini merupakan kiriman untuk kurban Iduladha," lanjutnya.

Ia mengakui keberadaan inisial itu sempat memunculkan berbagai dugaan di tengah masyarakat. Meski begitu, warga mengaku berterima kasih atas kurban tersebut.




(dil/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads