Kasus ibu lakban anaknya berujung meninggalkan sendirian di kontrakan Kedaton, Pleret, Bantul berakhir kekeluargaan. Sang suami tidak jadi melaporkan istrinya ke polisi dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan secara kekeluargaan.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan polisi telah melakukan mediasi antara sang ibu, TKS (25), dengan suaminya RF (29). Mediasi pun berakhir dengan RF meminta maaf karena akibat kejadian tersebut membuat kegaduhan di masyarakat maupun di medsos.
"Dari hasil pemeriksaan, suami selaku kepala rumah tangga atau wali dari korban tidak ingin melaporkan pelaku atau ibu kandung korban dan akan memperbaiki rumah tangga," katanya kepada wartawan, Rabu (3/6/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
RF, lanjut Rita, juga mengaku untuk saat ini memaafkan perbuatan TKS. Selain itu, keduanya sanggup untuk memperbaiki rumah tangga agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.
"Sehingga kejadian tersebut diselesaikan secara kekeluargaan," ujarnya.
Namun, saat ini korban masih belum berada di kontrakannya. Pasalnya korban saat ini menjalani pengasuhan dari keluarga RF di Patuk, Gunungkidul. Di sisi lain, keluarga RF menilai apa yang terjadi karena TKS mengalami gangguan psikis akibat sendirian dan lelah saat mengurus anaknya.
"Keluarga dan suami pelaku menganggap kejadian tersebut sebagai gangguan psikis akibat lelahnya mengurus anak sendirian, dan pertama kali menjadi seorang ibu atau istilahnya baby blues," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, polisi mengungkap motif seorang ibu yang melakban kedua tangan, kaki dan mulut anaknya lalu ditinggal sendirian di kontrakan Kedaton, Pleret, Bantul karena kelelahan mengurus anak. Selanjutnya, sang ibu ingin refreshing dengan cara keluar dari rumah.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan polisi telah memintai keterangan sang ibu yakni TKS (25) di Polsek Pleret. Hasilnya, TKS mengakui telah melakban kedua tangan, kaki dan mulut anaknya.
"Pelaku dalam hal ini ibu kandung korban melakban anak dengan tujuan untuk refresing, jalan-jalan melepas penat usai merasa lelah mengasuh anak sendirian," katanya kepada wartawan, Rabu (3/6) malam.
Terkait alasan TKS melakban beberapa bagian tubuh anaknya lalu meninggalkannya di dalam kamar kontrakan, Rita menyebut karena pelaku spontan saja. Rita menjelaskan hal tersebut kemungkinan karena TKS larut dalam rasa lelah karena mengurus anak.
"Tindakan melakban tersebut tidak dipikirkan oleh pelaku, risiko apa yang terjadi pada anak karena sudah terlalu capek mengurus anak sendiri," ucapnya
(apu/afn)

Komentar Terbanyak
Pengirim Sapi Kurban 'TIW' ke Masjid Dekat Rumah Amien Rais dari Jakarta
Api Misterius Masih Teror Rumah Fia di Seyegan, 10 Hari Kebakaran 73 Kali
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan