Renungan Harian Katolik Jumat, 29 Agustus 2025 dan Bacaannya: Musuh dalam Diri

Renungan Harian Katolik Jumat, 29 Agustus 2025 dan Bacaannya: Musuh dalam Diri

Santo - detikJogja
Jumat, 29 Agu 2025 04:00 WIB
Renungan Katolik
Renungan harian Katolik. (Foto: Gianna B/Unsplash)
Jogja -

Bagi umat Katolik, renungan harian adalah cara untuk memperdalam hubungannya dengan Allah. Renungan harian Katolik tersebut biasanya disertai dengan bacaan dan doa.

Berdasarkan kalender liturgi 2025 yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, 29 Agustus 2025 merupakan Peringatan Wajib Wafatnya St. Yohanes Pembaptis; dengan orang kudus Santa Sabina, Martir. Kemudian, warna liturgi hari ini adalah merah.

Mengangkat tema tentang keberanian melawan musuh dalam diri, mari simak renungan Katolik hari Jumat, 29 Agustus 2025 yang dihimpun detikJogja dari buku renungan 'Inspirasi Pagi' oleh M Constantin FSGM. Renungan harian berikut juga dilengkapi dengan bacaan Injil hari ini dan doa Katolik hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Renungan Katolik Hari Ini Jumat, 29 Agustus 2025

Bacaan Injil 29 Agustus

Yer. 1:17-19;

  • Yer 1:17 Tetapi engkau ini, baiklah engkau bersiap, bangkitlah dan sampaikanlah kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka!
  • Yer 1:18 Mengenai Aku, sesungguhnya pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imamnya dan rakyat negeri ini.
  • Yer 1:19 Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman Tuhan."

Mzm. 71:1-2,3-4a,5-6ab,15ab,17;

  • Mzm 71:1 Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu.
  • Mzm 71:2 Lepaskanlah aku dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!
  • Mzm 71:3 Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku.
  • Mzm 71:4 Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik, dari cengkeraman orang-orang lalim dan kejam.
  • Mzm 71:5 Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH.
  • Mzm 71:6 Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji.
  • Mzm 71:15 mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari pada-Mu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya.
  • Mzm 71:17 Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib;

Mrk. 6:17-29

  • Mrk 6:17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
  • Mrk 6:18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"
  • Mrk 6:19 Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
  • Mrk 6:20 sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
  • Mrk 6:21 Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.
  • Mrk 6:22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!",
  • Mrk 6:23 lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!"
  • Mrk 6:24 Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!"
  • Mrk 6:25 Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!"
  • Mrk 6:26 Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.
  • Mrk 6:27 Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
  • Mrk 6:28 Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.
  • Mrk 6:29 Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.

ADVERTISEMENT

Renungan Harian Katolik 29 Agustus

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, setiap hari kita mengalami peperangan dalam hidup, baik perang melawan keinginan diri yang tidak beraturan maupun perang dari pengaruh negatif yang datang dari luar. Dari dalam diri, kadang muncul rasa takut, ragu, malas, egois, hingga putus asa yang melemahkan daya juang kita untuk bertahan dalam niat baik.

Dari luar diri, kadang muncul tekanan sosial, budaya instan, persaingan yang tidak sehat, informasi menyesatkan, dan ketidakadilan yang bisa mematahkan semangat kita. Kedua musuh tersebut saling terkait, dan bisa saja melumpuhkan iman dan harapan kita.

Untuk menghadapi keduanya, kita memerlukan keberanian untuk menguasai diri dengan kesadaran batin, kedisiplinan yang konsisten, serta kerendahan hati. Di sisi lain, kita juga dituntut untuk memiliki kebijaksanaan sehingga kritis dalam memilah informasi, keberanian untuk memilih lingkungan yang sehat, serta kekuatan dalam menjalin solidaritas dengan sesama.

Keberanian untuk menghadapi lawan inilah yang diteladankan oleh Yohanes Pembaptis hari ini. Yohanes Pembaptis tidak gentar menghadapi keserakahan yang ada dalam diri Herodes yang telah mengambil Herodias, istri Filipus, menjadi istrinya.

Keberanian Yohanes menegur Herodes dan Herodias mengakibatkan kematian bagi dirinya. Secara manusiawi, tentulah Yohanes juga mengalami rasa takut saat menghadapi kematian. Namun, rasa takut itu dikalahkan oleh keteguhan hatinya untuk meluruskan jalan orang yang sesat.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, tidak jarang kita juga harus berhadapan dengan maut karena membela dan mempertahankan kebenaran, baik kebenaran iman maupun tatanan moral yang ada dalam masyarakat kita. Hari ini, keteladanan Yohanes memberi kita kekuatan untuk berani memerangi lawan-lawan kita.

Yakinlah bahwa para lawan tidak akan bisa mengalahkan kita, sebab hidup dan mati kita adalah milik Tuhan. "Tuhan, teguhkan dan kuatkanlah iman kami."

Doa Katolik Hari Ini

Tuhan, kekuatan para kudus, Santo Yohanes pembaptis sudah Kaujadikan perintis jalan bagi kelahiran dan kematian Putra-Mu. Ia meninggal dunia sebagai saksi kebenaran dan keadilan. Semoga kami pun gigih berjuang untuk memberi kesaksian tentang ajaran-Mu.

Demi Yesus Kristus, Putramu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Demikian renungan harian Katolik hari Jumat, 29 Agustus 2025 dengan bacaan Injilnya. Semoga berkat Allah senantiasa menyertai keseharian kita.




(sto/ams)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads