Striker anyar PSS Sleman, Matheus Fornazari, mengungkap tekadnya jelang tampil di Super League 2026/2027. Ia ingin tampil tajam di lini depan guna mencetak banyak gol untuk Super Elja.
Matheus cukup mencuri perhatian saat PSS Sleman menghadapi Kendal Tornado FC di laga persahabatan akhir pekan lalu. Dalam laga itu, striker berpostur 2,03 meter itu mencetak gol tunggal kemenangan PSS pada injury time.
Baginya, gol tersebut merupakan awal positif untuk membuka keran gol bersama PSS. Ia berharap bisa kembali melesakkan banyak gol di kompetisi resmi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Senang dengan gol pertama. Jika Tuhan menghendaki, itu akan menjadi yang pertama dari banyak gol," ujar Matheus kepada wartawan, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, PSS mengawali persiapan pramusim dengan sangat baik. Kemenangan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan diri tim sebelum menghadapi kompetisi.
"Tim kami memulai dengan sangat baik. Sangat penting memulai pramusim dengan kemenangan. Kami sudah bekerja sangat keras dan saya yakin kami akan menjalani musim yang hebat," terangnya.
Matheus juga mengaku sudah mengetahui atmosfer sepakbola di Sleman sebelum bergabung. Pemain berusia 30 tahun itu terkesan dengan dukungan suporter PSS.
"Sebelum datang ke sini, saya melakukan riset. Saya melihat PSS adalah klub besar. Kami akan berjuang di papan atas klasemen," tuturnya.
"Para suporter tidak perlu diragukan lagi. Ketika kami melakukan riset, kami melihat betapa besarnya suporter yang dimiliki. Itu sangat bagus bagi kami yang bermain di lapangan karena menjadi tambahan motivasi," lanjutnya.
Bagi Matheus, bermain di Indonesia juga menjadi pengalaman baru. Namun, dia mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam proses adaptasi.
Striker Brasil itu sebelumnya pernah bermain di Thailand. Kondisi cuaca di Indonesia disebutnya relatif tidak jauh berbeda dengan yang pernah dia rasakan di Thailand.
"Saya sudah cukup terbiasa. Mau tidak mau, hal yang paling sulit bagi pemain adalah temperatur. Saya sebelumnya berada di Thailand dan kondisinya hampir sama. Untuk makanan juga tidak ada masalah," pungkasnya.

Komentar Terbanyak
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Ancaman Sanksi Pemasang Pelang Jalan Malioboro Ilegal
Curhat Pedagang di Jogja Malah Sepi Pembeli Usai Pasar Direnovasi