Mencekam! Jalan Teuku Umar Surabaya Ditutup Buntut Aksi Pesilat PSHT

Aprilia Devi - detikJatim
Jumat, 31 Jul 2026 16:53 WIB
Jalan Teuku Umar ditutup buntut aksi massa PSHT geruduk markas DC/Foto: Aprilia Devi/detikJatim
Surabaya -

Suasana mencekam terjadi di kawasan Jalan Teuku Umar, Surabaya. Petugas mengimbau warga menjauhi kawasan tersebut. Imbauan itu disampaikan menyusul ratusan massa pesilat yang bergerak ke kawasan tersebut usai menggelar aksi damai di Mapolrestabes Surabaya.

Massa berupaya mendatangi kawasan Jalan Teuku Umar yang menjadi lokasi kantor debt collector (DC). Di lokasi, massa berupaya masuk ke area tersebut. Sementara itu, petugas gabungan menutup akses menuju Jalan Teuku Umar.

Pantauan detikJatim, akses Jalan Teuku Umar ditutup dari sejumlah arah. Petugas gabungan TNI-Polri memblokade akses masuk dari arah Jalan Kartini, Jalan Pandegiling, hingga Jalan Cokroaminoto menggunakan water barrier.

"Bapak-ibu bisa masuk ke rumah," ujar petugas di lokasi, Jumat (31/7/2026).

Petugas juga tampak mulai mengenakan tameng pengaman untuk mengantisipasi situasi. Ketegangan pun mulai terjadi di lokasi.

Aksi massa yang mulanya berlangsung damai itu berubah mencekam. Massa sebelumnya menggelar aksi untuk mendesak penuntasan kasus penganiayaan dan pembacokan terhadap dua anggota PSHT yang diduga dilakukan oknum DC di kawasan Tegalsari, Surabaya.

Petugas mengimbau masyarakat untuk menjauhi kawasan Jalan Teuku Umar dan mencari jalur alternatif. Penutupan akses dilakukan untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan di sekitar lokasi.

Massa PSHT ini sebelumnya baru menggelar aksi damai di Mapolrestabes Surabaya. Di lokasi tempat kantor debt collector berada, massa berupaya masuk sementara petugas gabungan menutup akses ke jalan tersebut.

Ketegangan pun mulai terjadi. Aksi desakan penuntasan kasus penganiayaan dan pembacokan terhadap dua anggota PSHT oleh oknum diduga DC di kawasan Tegalsari, Surabaya yang mulanya berlangsung damai berubah mencekam.

Petugas gabungan dari TNI dan Polri memblokade akses masuk menuju Jalan Teuku Umar dari arah Jalan Kartini, Jalan Pandegiling, hingga Jalan Cokroaminoto menggunakan water barrier. Para petugas itu juga tampak mulai mengenakan tameng pengaman untuk menghalau massa.

Petugas mengimbau agar massa membuang niat untuk menerobos dan segera membubarkan diri secara tertib karena agenda aksi di Polrestabes telah usai.

"Kegiatan sudah selesai di Polrestabes. Ayo jalan, kita damai, kembali-kembali. Silakan kembali ke rumah masing-masing," kata petugas menyampaikan imbauan kepada massa melalui pengeras suara.

Namun, imbauan itu diabaikan. Massa yang mengenakan atribut silat dan membawa bendera serta kayu justru terus memaksa masuk sambil membleyer-bleyer suara knalpot sepeda motor.

Selama kurang lebih 10 menit, massa mencoba merangsek barikade dari arah Jalan Kartini dan Jalan Cokroaminoto. Aksi saling dorong tak terhindarkan hingga sebagian massa mulai melempar batu, botol minuman, dan kayu ke arah barisan petugas pengamanan.

Akibat pelemparan tersebut, beberapa petugas di lapangan dilaporkan terkena lemparan benda keras.

Sebelumnya, massa aksi menggelar demo di Polrestabes Surabaya sejak sekitar pukul 14.16 WIB. Mereka konvoi naik motor, mobil, dipimpin satu mobil komando. Berbusana serba hitam lengkap dengan lambang organisasi, massa sempat merapatkan barisan dan menyanyikan Hymne SH Terate di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian.

Dari atas mobil komando, orator menekankan bahwa kehadiran mereka mengusung misi damai dan menentang segala bentuk aksi premanisme di Kota Pahlawan.

"PSHT cinta damai, ini adalah aksi damai, kita buktikan gerakan arus bawah solid dan cinta damai. Kita tidak ingin ada aksi premanisme berkedok DC (debt collector) dan anarkis di Surabaya," seru orator di lokasi.



Simak Video "Video: Pembuat Aplikasi Go Matel Ditangkap Polisi"

(dpe/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork