Demo di Polrestabes Surabaya Bubar, Massa PSHT Lanjut Geruduk Markas DC

Demo di Polrestabes Surabaya Bubar, Massa PSHT Lanjut Geruduk Markas DC

Praditya Fauzi Rahman - detikJatim
Jumat, 31 Jul 2026 16:16 WIB
Massa PSHT ricuh saat geruduk markas DC di Surabaya
Massa PSHT geruduk markas DC di Surabaya/Foto: Aprilia Devi/detikJatim
Surabaya -

Aksi ratusan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di depan Mapolrestabes Surabaya berakhir setelah perwakilan massa ditemui Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan bersama Kasat Reskrim lama dan Kasat Reskrim yang baru.

Dalam pertemuan itu, kepolisian berjanji mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan dan pembacokan terhadap dua anggota PSHT yang diduga dilakukan oknum debt collector (DC).

"Yang pertama, tentu kita sama-sama berdoa, semoga dulur kita yang kemarin menjadi korban pembacokan, segera diberikan kesembuhan dan segera bisa beraktivitas seperti sediakala. Yang kedua, tentu kita juga mengutuk aksi-aksi premanisme, aksi-aksi kekerasan yang membuat warga masyarakat menjadi resah," kata Kombes Luthfie, Jumat (31/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita yakinkan bahwa proses penyidikan terhadap para pelaku kita lakukan secara transparan. Saat ini, pelaku sudah tertangkap satu orang. Satu orang lagi masih DPO. Saya minta bantuan rekan-rekan sekalian, kita sudah juga sedang mencari yang satu lagi ini. Tolong nanti dibantu apabila ada informasi di mana yang bersangkutan, tolong informasikan ke kita. Kita akan lakukan pengamanan, penangkapan, dan proses hukum lebih lanjut," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Luthfie meminta para pesilat yang mengetahui informasi soal DPO, segera melapor pada dirinya.

"Nanti kalau ada yang punya informasi berkaitan dengan pelaku yang sudah kita terbitkan DPO-nya ini, nanti silakan mau DM di Instagram, atau mau langsung ke sini sampaikan ke saya boleh. Segera kita lakukan penangkapan. Ya, seluruh pelaku tentunya yang kemarin terlibat pada pembacokan, kita akan proses secara hukum transparan!," imbuh Luthfie.

Massa pun membubarkan diri dari Polrestabes Surabaya. Usai audiensi, mereka bergerak menuju markas debt collector Maluku 1 Rasa (M1R) di kawasan Jalan Teuku Umar, Tegalsari, Surabaya, untuk melanjutkan aksi damai.

Sebelumnya, lautan massa berpakaian serba hitam memenuhi kawasan Jalan Sikatan, tepat di depan Mapolrestabes Surabaya, sejak sekitar pukul 14.16 WIB. Mereka datang dengan sepeda motor, mobil, hingga mobil komando sambil membawa spanduk berisi tuntutan penindakan terhadap aksi premanisme berkedok debt collector.

Dari atas mobil komando, orator menegaskan aksi yang digelar bertujuan mendukung penegakan hukum dan menolak segala bentuk aksi kekerasan di Surabaya.

"PSHT cinta damai, ini adalah aksi damai. Kita buktikan gerakan arus bawah solid dan cinta damai. Kita tidak ingin ada aksi premanisme berkedok DC (debt collector) dan anarkis di Surabaya," seru salah satu orator.

Aksi tersebut merupakan buntut dugaan penganiayaan dan pembacokan terhadap dua anggota PSHT yang bekerja sebagai petugas valet di sebuah tempat hiburan malam di kawasan Tegalsari.

Setelah berlangsung beberapa saat, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan bersama Kasat Reskrim lama dan pejabat Kasat Reskrim yang baru menemui perwakilan massa. Dalam audiensi itu, polisi menyampaikan komitmen untuk mengusut tuntas kasus yang menjadi tuntutan para peserta aksi.

Usai menerima penjelasan dari jajaran kepolisian, massa membubarkan diri dari depan Mapolrestabes Surabaya secara tertib. Namun, aksi belum berakhir.

Ratusan massa kemudian bergerak menuju markas debt collector Maluku 1 Rasa (M1R) di Jalan Teuku Umar, Tegalsari. Setibanya di lokasi, massa berbaju hitam-hitam menggeruduk kawasan tersebut meski akses menuju lokasi telah ditutup menggunakan **water barrier** dan dijaga aparat kepolisian.

Petugas tampak bersiaga di sekitar markas untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan. Sementara massa terus menyampaikan aspirasi dan mendesak agar para pelaku dugaan penganiayaan segera ditangkap serta diproses sesuai hukum yang berlaku.

Sebelumnya, Polrestabes Surabaya telah mengerahkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi. Polisi juga menerapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan menuju kawasan Teuku Umar guna mengantisipasi kepadatan kendaraan selama aksi berlangsung.



(pfr/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads