Akses Jalan Kartini, Surabaya, kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup imbas aksi massa pesilat. Ratusan massa yang sebelumnya berada di sekitar Jalan Teuku Umar kini bergerak meninggalkan lokasi.
Pantauan detikJatim, massa aksi bergerak meninggalkan kawasan tersebut menuju Jalan Dr Soetomo. Massa tampak membubarkan diri dan kembali pulang.
"Masyarakat silakan melintas, massa aksi mengarah ke Jalan Dr. Soetomo," ujar petugas di lokasi, Jumat (31/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring pergerakan massa, akses Jalan Kartini yang sebelumnya tertutup kini kembali dibuka. Arus lalu lintas di kawasan tersebut berangsur normal.
Massa yang menuju ke arah selatan dilewatkan ke Jalan Diponegoro dan Jalan Ahmad Yani. Sedangkan ke arah barat dilewatkan kawasan Jalan Banyu Urip.
Sebelumnya, massa sempat bergeser menuju ke Jalan Teuku Umar, lokasi kantor DC. Petugas gabungan TNI-Polri kemudian menutup sejumlah akses menuju kawasan tersebut untuk mengantisipasi situasi.
Suasana mencekam sempat terjadi di kawasan tersebut. Petugas sempat mengimbau warga menjauhi kawasan tersebut. Imbauan itu disampaikan menyusul ratusan massa pesilat yang bergerak ke kawasan tersebut usai menggelar aksi damai di Mapolrestabes Surabaya.
Massa berupaya mendatangi kawasan Jalan Teuku Umar yang menjadi lokasi kantor debt collector (DC). Di lokasi, massa berupaya masuk ke area tersebut. Sementara itu, petugas gabungan menutup akses menuju Jalan Teuku Umar.
Aksi massa yang mulanya berlangsung damai itu berubah mencekam. Massa sebelumnya menggelar aksi untuk mendesak penuntasan kasus penganiayaan dan pembacokan terhadap dua anggota PSHT yang diduga dilakukan oknum DC di kawasan Tegalsari, Surabaya.
Petugas mengimbau masyarakat untuk menjauhi kawasan Jalan Teuku Umar dan mencari jalur alternatif. Penutupan akses dilakukan untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan di sekitar lokasi.
Massa PSHT ini sebelumnya baru menggelar aksi damai di Mapolrestabes Surabaya. Di lokasi tempat kantor debt collector berada, massa berupaya masuk sementara petugas gabungan menutup akses ke jalan tersebut.
Ketegangan pun mulai terjadi. Aksi desakan penuntasan kasus penganiayaan dan pembacokan terhadap dua anggota PSHT oleh oknum diduga DC di kawasan Tegalsari, Surabaya yang mulanya berlangsung damai berubah mencekam.
Petugas gabungan dari TNI dan Polri memblokade akses masuk menuju Jalan Teuku Umar dari arah Jalan Kartini, Jalan Pandegiling, hingga Jalan Cokroaminoto menggunakan water barrier. Para petugas itu juga tampak mulai mengenakan tameng pengaman untuk menghalau massa.
Petugas mengimbau agar massa membuang niat untuk menerobos dan segera membubarkan diri secara tertib karena agenda aksi di Polrestabes telah usai.
"Kegiatan sudah selesai di Polrestabes. Ayo jalan, kita damai, kembali-kembali. Silakan kembali ke rumah masing-masing," kata petugas menyampaikan imbauan kepada massa melalui pengeras suara.
Namun, imbauan itu diabaikan. Massa yang mengenakan atribut silat dan membawa bendera serta kayu justru terus memaksa masuk sambil membleyer-bleyer suara knalpot sepeda motor.
Selama kurang lebih 10 menit, massa mencoba merangsek barikade dari arah Jalan Kartini dan Jalan Cokroaminoto. Aksi saling dorong tak terhindarkan hingga sebagian massa mulai melempar batu, botol minuman, dan kayu ke arah barisan petugas pengamanan.
Akibat pelemparan tersebut, beberapa petugas di lapangan dilaporkan terkena lemparan benda keras.
