Situasi Markas DC di Surabaya Dipastikan Kondusif Usai Pesilat Bubar

Situasi Markas DC di Surabaya Dipastikan Kondusif Usai Pesilat Bubar

Aprilia Devi - detikJatim
Jumat, 31 Jul 2026 18:20 WIB
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan usai membubarkan massa PSHT yang hendak merangsek ke markas DC di Jalan Teuku Umar.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan usai membubarkan massa PSHT yang hendak merangsek ke markas DC di Jalan Teuku Umar. (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan memastikan situasi di kawasan markas debt collector (DC) Jalan Teuku Umar kondusif usai massa aksi membubarkan diri. Sebelumnya, massa aksi sempat berusaha masuk ke kawasan Jalan Teuku Umar.

"Nah insyaallah sudah kondusif ini, aman. Nanti terus kita informasikan," ujar Luthfie kepada awak media, Jumat (31/7/2026).

Terkait informasi adanya percekcokan dalam aksi tersebut, Luthfie menyebut hal itu hanya terjadi karena miskomunikasi. Ia juga memastikan tidak ada petugas yang terluka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ah itu biasa itu ada namanya anak-anak tapi sudah kita sampaikan ini miskomunikasi saja," katanya.

"Enggak ada, enggak ada. Enggak, enggak luka," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Ia pun memastikan proses hukum kasus pembacokan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) terus berjalan.

"Intinya teman-teman dari PSHT minta kejelasan tentang proses hukum yang berjalan terhadap pelaku yang melakukan pembacokan," beber Luthfie.

Polisi masih memburu satu pelaku yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Sudah saya sampaikan bahwa proses hukum kita lakukan secara profesional. Pelaku yang memang terbukti melakukan tindak pidana kemarin pembacokan kita proses. Dan memang masih ada satu pelaku yang sampai sekarang masih kita cari," ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku untuk memberikan informasi kepada polisi. Informasi tersebut akan ditindaklanjuti untuk proses penegakan hukum.

"Dan saya juga minta bantuan informasi barangkali warga masyarakat ada mengetahui tolong diinformasikan juga kepada kami dan segera kita lakukan upaya paksa untuk proses penegakan hukum," tuturnya.

Luthfie menegaskan tidak ada perbedaan perlakuan dalam proses penegakan hukum. Menurutnya, setiap warga yang menjadi korban berhak mengetahui perkembangan proses hukum.

"Intinya kita yakinkan bahwa tidak ada pembedaan terhadap perlakuan semua warga Surabaya terutama apabila menjadi korban tentu punya hak untuk juga mengetahui proses penegakan hukumnya dan kita sudah sampaikan yakinkan bahwa Polrestabes Surabaya berkomitmen melakukan penegakan hukum secara profesional," pungkasnya.

Sebelumnya, Suasana mencekam terjadi di kawasan Jalan Teuku Umar, Surabaya. Petugas mengimbau warga menjauhi kawasan tersebut. Imbauan itu disampaikan menyusul ratusan massa pesilat yang bergerak ke kawasan tersebut usai menggelar aksi damai di Mapolrestabes Surabaya.

Massa berupaya mendatangi kawasan Jalan Teuku Umar yang menjadi lokasi kantor debt collector (DC). Di lokasi, massa berupaya masuk ke area tersebut. Sementara itu, petugas gabungan menutup akses menuju Jalan Teuku Umar.

Pantauan detikJatim, akses Jalan Teuku Umar ditutup dari sejumlah arah. Petugas gabungan TNI-Polri memblokade akses masuk dari arah Jalan Kartini, Jalan Pandegiling, hingga Jalan Cokroaminoto menggunakan water barrier.

Petugas mengimbau agar massa membuang niat untuk menerobos dan segera membubarkan diri secara tertib karena agenda aksi di Polrestabes telah usai.

"Kegiatan sudah selesai di Polrestabes. Ayo jalan, kita damai, kembali-kembali. Silakan kembali ke rumah masing-masing," kata petugas menyampaikan imbauan kepada massa melalui pengeras suara.

Namun, imbauan itu diabaikan. Massa yang mengenakan atribut silat dan membawa bendera serta kayu justru terus memaksa masuk sambil membleyer-bleyer suara knalpot sepeda motor.

Selama kurang lebih 10 menit, massa mencoba merangsek barikade dari arah Jalan Kartini dan Jalan Cokroaminoto. Aksi saling dorong tak terhindarkan hingga sebagian massa mulai melempar batu, botol minuman, dan kayu ke arah barisan petugas pengamanan.



(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads