Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Mahasiswa di Surabaya berinisial RPA (20) diduga meninggal dunia dengan gantung diri di kosnya. Jenazah korban ditemukan pada Rabu (16/9) sekitar pukul 03.00 WIB.
Kapolsek Sukolilo AKP Yunus Kurniawan membenarkan dugaan bunuh diri tersebut. Korban merupakan mahasiswa dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) asal Sidoarjo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Betul, dugaan memang bunuh diri. Karena memang kalau permasalahan itu belum bisa didalami. Karena enggak tahu itu masalah keluarga atau masalah asmara," ujar Yunus saat dihubungi detikJatim, Rabu (16/9/2026).
Ia menyebut, dari informasi sementara, mahasiswa itu dikenal pendiam.
"Tapi memang benar yang bersangkutan ini pendiam. Dia pendiam, jarang berkomunikasi, sosialisasi dengan teman-teman satu kosnya," tuturnya.
Korban yang merupakan mahasiswa semester lima itu diduga baru dua bulan tinggal di kos tersebut.
"Baru dua bulan. Dia semester lima," ungkap Yunus.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk untuk mengungkap motif dari dugaan bunuh diri tersebut.
"Masih pendalaman, karena belum ada kita komunikasi dengan keluarganya, keluarganya masih fokus dengan pemakaman," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa di Surabaya berinisial RPA diduga bunuh diri. Ia ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tergantung di tali, di kosnya Jalan Keputih Makam Blok B, Sukolilo pada Rabu (16/9) pagi.
Kabid Darlog BPBD Surabaya Linda Novanti menyebut, petugas BPBD tiba di lokasi untuk proses evakuasi pada pukul 04.10 WIB.
"Petugas tiba di lokasi langsung berkoordinasi dengan jajaran kepolisian dan penghuni kos adanya penemuan jenazah. Setelah dilakukan olah TKP oleh jajaran tim Inafis Polrestabes jenazah langsung dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara dengan menggunakan ambulans PMI," ujar Linda saat dikonfirmasi detikJatim, Rabu (16/9/2026).
