Musim hujan di Indonesia tidak datang secara bersamaan di seluruh wilayah. Sejumlah daerah mulai mengalami hujan lebih awal, sementara wilayah lainnya masih menghadapi kondisi yang relatif kering sebelum memasuki periode yang lebih basah.
Berdasarkan prediksi BMKG, curah hujan pada September 2026 hingga Februari 2027 umumnya berada pada kategori rendah hingga menengah. Lantas, daerah mana saja yang diprediksi mulai mendapat hujan lebih cepat dan bagaimana kondisi Jawa Timur?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wilayah yang Mulai Turun Hujan Lebih Cepat pada September 2026
Pada September 2026, BMKG memprediksi sebagian wilayah Indonesia mulai mendapat curah hujan dengan intensitas yang lebih tinggi. Meski demikian, hujan yang mulai turun pada periode ini tidak berarti seluruh wilayah tersebut telah memasuki musim hujan.
BMKG memprakirakan curah hujan lebih dari 300 mm per bulan berpeluang tinggi terjadi di Aceh bagian selatan dan pesisir timur Sumatera Utara. Sementara itu, wilayah dengan peluang curah hujan kurang dari 100 mm per bulan masih cukup luas, meliputi:
- Sumatera Barat bagian selatan
- Jambi
- Bengkulu
- Sumatera Selatan
- Kepulauan Bangka Belitung
- Lampung
- Pulau Jawa
- Bali
- NTB
- NTT
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
- Kalimantan Timur bagian timur
- Pulau Sulawesi
- Maluku Utara
- Maluku
- Sebagian besar Pulau Papua
Untuk curah hujan kurang dari 50 mm per bulan, peluang tinggi terdapat di Bengkulu bagian selatan, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta sejumlah wilayah Papua.
Wilayah yang Diprakirakan Lebih Basah pada Oktober 2026
Memasuki Oktober 2026, pola hujan mulai berubah di sejumlah wilayah. Namun, curah hujan rendah masih diprediksi terjadi di banyak daerah sehingga kondisi setiap wilayah tetap berbeda.
Peluang curah hujan lebih dari 300 mm per bulan diprakirakan tinggi di Aceh bagian tengah dan barat, Sumatera Utara bagian barat, sebagian kecil Kalimantan Barat, dan Papua Barat Daya. Sementara itu, curah hujan kurang dari 100 mm per bulan berpeluang tinggi terjadi di:
- Sebagian kecil Sumatera Barat bagian selatan
- Sebagian kecil Jambi
- Sebagian besar Sumatera Selatan
- Kepulauan Bangka Belitung
- Lampung
- Pulau Jawa
- Bali
- NTB
- NTT
- Kalimantan bagian selatan dan timur
- Sebagian besar Sulawesi
- Sebagian Maluku
- Sebagian Papua
Adapun curah hujan kurang dari 50 mm per bulan masih berpeluang tinggi terjadi di Sumatera Selatan bagian selatan, Lampung, Pulau Jawa, Bali, NTB, sebagian besar NTT, Kalimantan Selatan bagian selatan, Sulawesi Tengah bagian timur, Sulawesi Selatan bagian selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku bagian selatan, serta Papua Selatan bagian selatan.
Bagaimana Kondisi Jawa Timur?
Jawa Timur termasuk wilayah yang diprediksi masih memiliki curah hujan rendah pada September dan Oktober 2026. BMKG Juanda bahkan memprakirakan awal musim hujan di Surabaya berpotensi mengalami kemunduran akibat pengaruh El Niño yang diprakirakan masih berlangsung hingga Februari 2027.
Curah hujan di Surabaya pada periode September-November 2026 juga diprakirakan relatif rendah. Kondisi tersebut membuat Kota Pahlawan masih berada dalam puncak musim kemarau.
Menurut BMKG, Pulau Jawa masuk dalam wilayah yang berpeluang mengalami curah hujan kurang dari 100 mm per bulan pada September dan Oktober 2026. Bahkan, sebagian wilayah Pulau Jawa juga masuk dalam kategori yang berpeluang mengalami curah hujan kurang dari 50 mm per bulan.
Artinya, meski hujan mulai turun di sejumlah daerah, kondisi tersebut belum bisa langsung diartikan sebagai tanda seluruh Jawa Timur telah memasuki musim hujan.
Kapan Musim Hujan Mulai Meluas?
Secara umum, musim hujan mulai meluas pada sekitar Oktober dan berlangsung hingga awal tahun berikutnya. Namun, waktunya berbeda-beda antarwilayah karena dipengaruhi kondisi atmosfer dan pola curah hujan setempat.
Karena itu, turunnya hujan pada September 2026 perlu dilihat sebagai bagian dari perubahan pola cuaca menuju periode yang lebih basah. Untuk mengetahui kapan suatu daerah benar-benar memasuki musim hujan, acuannya adalah prediksi awal musim hujan berdasarkan Zona Musim (ZOM) yang dikeluarkan BMKG.
