Setelah Idul Adha berlalu, umat Islam masih dianjurkan memperbanyak ibadah pada hari tasyrik yang berlangsung pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Hari-hari ini menjadi bagian penting dalam rangkaian Idul Adha, sekaligus momentum untuk terus mengingat Allah SWT melalui doa dan zikir.
Hari tasyrik dikenal sebagai hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah. Karena itu, umat Islam dianjurkan melanjutkan amalan takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil setelah Idul Adha sebagai bentuk syukur dan upaya menghidupkan hari-hari mulia di bulan Dzulhijjah.
Lalu, seperti apa bacaan doa dan zikir hari tasyrik setelah Idul Adha yang dianjurkan, kapan waktu membacanya, dan apa keutamaannya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Hari Tasyrik?
Hari tasyrik berlangsung pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau tiga hari setelah Idul Adha. Dalam ajaran Islam, hari-hari tersebut memiliki keistimewaan tersendiri dan termasuk waktu yang dilarang untuk berpuasa karena masih menjadi rangkaian dari perayaan Idul Adha.
Pada momen ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan zikir, seperti takbir, tasbih, tahlil, serta tahmid. Dalam buku "5 Amalan Penyuci Hati" karya Ali Akbar bin Aqil dan Abdullah Chris dijelaskan tanggal 11 hingga 13 Dzulhijjah menjadi penyempurna ibadah kurban.
Hari tasyrik juga menjadi waktu disyariatkannya takbir setelah salat Idul Adha. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim dari Nabisyah Al-Hadzali sebagai berikut.
أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ لِلَّهِ
Artinya: Hari-hari tasyrik adalah hari-hari makan, minum, dan zikrullah Ta'ala. (HR Muslim dari Nabisyah Al-Hadzali)
Dalam buku "Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan" karya Deni Lesmana dijelaskan umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir, tasbih, tahlil, dan tahmid pada malam Idul Fitri maupun Idul Adha.
Kemudian, bacaan takbir, tasbih, tahlil, dan tahmid dilanjutkan hingga pagi hari sampai khutbah selesai. Khusus pada Idul Adha, amalan zikir tersebut masih dianjurkan selama hari tasyrik hingga 13 Dzulhijjah.
Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menerangkan takbir Idul Adha dimulai setelah salat Subuh pada hari Arafah atau 9 Dzulhijjah. Takbir kemudian terus dikumandangkan setiap selesai salat wajib hingga waktu Ashar pada 13 Dzulhijjah.
Imam Nawawi juga mengutip pendapat ulama dari kalangan sahabat Imam Asy-Syafi'i yang menganjurkan takbir dibaca berulang kali, baik saat duduk, berjalan, maupun berada di masjid. Karena itu, hari Tasyrik menjadi momentum untuk memperbanyak zikir dan mengingat Allah SWT dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Bacaan Zkir Hari Tasyrik
Sebagaimana dijelaskan dalam dua buku tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak zikir selama hari tasyrik. Bacaan zikir yang diamalkan umumnya berupa takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih sebagai bentuk syukur serta upaya mengingat Allah SWT setelah Idul Adha.
اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ
اللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Arab Latin: Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar. Allaahu akbaru kabiiran, walhamdu lillaahi katsiiraan, wa subhaanallaahi bukratan wa asiilaan. Laa ilaaha illallaahu, wa laa na'budu illaa iyaahu, mukhlishiina lahud-diina walau karihal-kaafiroon. Laa ilaaha illallaahu wahdahu, shadaqa wa'dahu, wa nashara 'abdahu, wa a'azza jundahu, wa hazamal-ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaah, Allaahu akbar, Allaahu akbar, walillaahil hamdu.
Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam walaupun orang-orang kafir membencinya. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Dia menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, memuliakan bala tentara-Nya, dan mengalahkan musuh-musuh-Nya seorang diri. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah.
Doa Hari Tasyrik
Selain memperbanyak zikir, umat Islam juga dianjurkan memanjatkan doa selama hari tasyrik. Momen setelah Idul Adha ini menjadi waktu yang baik untuk memohon ampunan, keberkahan, serta berbagai kebaikan kepada Allah SWT.
Salah satu bacaan doa hari tasyrik dijelaskan dalam buku "Kumpulan Doa Mustajab Pembuka Pintu Rezeki dan Kesuksesan" karya Deni Lesmana. Doa ini berisi permohonan kebaikan dunia dan akhirat.
Doa ini juga menjadi harapan agar senantiasa mendapat rahmat dan perlindungan dari Allah SWT. Berikut bacaan doanya yang bisa diamalkan selama hari tasyrik tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
اللَّهُمَّ (أَنْتَ) أَهْلَ الكِبْرِيَاءِ وَ الْعَظَمَةِ وَ أَهْلَ الْجُودِ وَ الْجَبَرُوتِ وَ أَهْلَ الْعَفْوِ وَ الرَّحْمَةِ وَ أَهْلَ التَّقْوَى وَ الْمَغْفِرَةِ، أَسْأَلُكَ بِحَقِّ هَذَا الْيَوْمِ الَّذِي جَعَلْتَهُ لِلْمُسْلِمِينَ عِيدًا وَ لِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهِ عَلَيْهِ وَ آلِهِ ذُخْرًا وَ (شَرَفًا) وَ مَزِيدًا أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ أَنْ تُدْخِلَنِي فِي كُلِّ خَيْرٍ أَدْخَلْتَ فِيهِ مُحَمَّدًا وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ أَنْ تُخْرِجَنِي مِنْ كُلِّ سُوءٍ أَخْرَجْتَ مِنْهُ مُحَمَّدًا وَ آلِ مُحَمَّدٍ صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِينَ)، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا سَأَلَكَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَّالِحُوْنَ وَ أَعُوذُ بِكَ (فِيْهِ) مِمَّا اسْتِعَاذَ مِنْهُ عِبَادُكَ الصَّالِحُونَ (الْمُخْلِصُونَ).
Arab Latin: Allaahumma (anta) ahlal-kibriyaa'i wal-'azhmati wa ahlal-juudi waljabaruuti wa ahlal-'afwi war-rahmati wa ahlat-taqwa wal-maghfirati, as'aluka bihaqqi hadal-yaumil-ladzii ja'altahu lilmuslimiina 'iidan wa limuhammadin shallal-laahi 'alaihi wa aalihi dzukhran wa (syarfan) wa maziidan an tushalliya 'ala muhammadin wa aali muhammadin wa an tudzkhilanii fii kulli khairin adkhalta fiihi muhammadan wa aali muhammadin wa an tukhrijani min kulli suu'in akhrajta minhu muhammadan wa aali muhammadin shalawaatuka 'alaihi wa 'alaihim (ajma'iina). Allaahumma inni as'aluka khaira maa sa'alaka minhu 'ibaadukash-shaalihuuna wa a'uudzubika (fiihi) mimmaa isti'aadza minhu 'ibaadukash-shaalihuunal (mukhlishuuna).
Artinya: Ya Allah, wahai Pemilik kebesaran dan keagungan, wahai Pemilik kedermawanan dan keagungan, wahai Pemilik maaf dan rahmat, wahai Pemilik takwa dan ampunan, aku memohon kepada-Mu demi hak hari ini yang telah Kau jadikan bagi Muslimin sebagai hari raya dan bagi Muhammad Saw sebagai simpanan, (kemuliaan), dan tambahan (kedudukan) agar Kau curahkan shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, memasukkanku dalam setiap kebaikan yang telah Kau masukkan di dalamnya Muhammad dan keluarga Muhammad, dan mengeluarkanku dari setiap keburukan yang darinya telah Kau keluarkan Muhammad dan keluarga Muhammad shalawat-Mu atasnya dan atas mereka semua. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kebaikan apa yang telah diminta oleh hamba-hamba-Mu yang salih kepada-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari apa yang hamba-hamba-Mu yang salih berlindung kepada-Mu darinya.
Demikian penjelasan mengenai doa dan zikir hari tasyrik yang dianjurkan untuk diamalkan setelah Idul Adha. Selain menjadi momen penuh kebersamaan dan rasa syukur, hari tasyrik juga dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, tasbih, serta doa kepada Allah SWT.
Dengan menghidupkan hari tasyrik melalui zikir dan doa, umat Islam diharapkan tidak hanya merasakan semarak Idul Adha secara lahiriah, tetapi juga menjaga kedekatan spiritual dan semangat ibadah di bulan Dzulhijjah.
Simak Video "Video: Suasana Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal"
(irb/abq)