Kapan Batas Akhir Penyembelihan Hewan Kurban? Ini Penjelasannya

Kapan Batas Akhir Penyembelihan Hewan Kurban? Ini Penjelasannya

Allysa Salsabillah Dwi Gayatri - detikJatim
Kamis, 21 Mei 2026 01:00 WIB
Ilustrasi penyembelihan kurban Idul Adha.
Ilustrasi penyembelihan kurban Idul Adha. Foto: ChatGPT
Surabaya -

Menjelang Idul Adha, umat Islam mulai mempersiapkan pelaksanaan ibadah kurban, termasuk proses penyembelihan hewan kurban yang dilakukan setelah sholat Id. Penyembelihan umumnya berlangsung hingga beberapa hari ke depan yang dikenal sebagai hari tasyrik.

Meskipun demikian, masih banyak masyarakat yang bertanya mengenai batas akhir penyembelihan hewan kurban. Lantas, sampai kapan waktu penyembelihan hewan kurban diperbolehkan dan bagaimana ketentuan pelaksanaannya?

Waktu Mulai Penyembelihan Hewan Kurban

Mengutip dari laman Baznas, dalam syariat Islam, penyembelihan hewan kurban dimulai pada 10 Dzulhijjah setelah pelaksanaan sholat Idul Adha selesai dilakukan. Ketentuan ini merujuk pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Al-Barra' bin Azib sebagai berikut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Barang siapa menyembelih sebelum salat Id, maka sembelihannya bukan kurban, hanya sembelihan biasa," (HR Bukhari dan Muslim).

ADVERTISEMENT

Dalam kitab Al-Majmu', Imam Nawawi menerangkan bahwa waktu penyembelihan kurban, yaitu setelah matahari terbit dan sholat Id selesai atau sekitar 15 menit setelah matahari terbit. Jika menyembelih sebelum waktu itu, maka tidak sah dan perlu diulang pada waktu yang sah.

Ketentuan waktu ini perlu diperhatikan karena masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa sah atau tidaknya kurban berkaitan dengan pelaksanaan sholat Id. Bahkan, apabila seseorang menyembelih satu menit saja sebelum sholat, kurbannya dianggap tidak sah.

Ulama juga menganjurkan agar penyembelihan dilakukan setelah khutbah sholat Id selesai untuk memastikan waktu kurban benar-benar telah masuk. Dengan demikian, umat Islam yang hendak berkurban dianjurkan menunggu hingga seluruh rangkaian sholat Id selesai agar ibadah kurbannya sah dan bernilai pahala.

Batas Akhir Waktu Penyembelihan Kurban

Selain mengetahui waktu dimulainya penyembelihan, umat Islam juga perlu memahami batas akhir pelaksanaan kurban. Ketentuan ini penting diperhatikan karena penyembelihan yang dilakukan melewati waktu yang telah ditetapkan membuat ibadah kurban tidak lagi dianggap sah.

Berdasarkan pendapat dari mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali, waktu penyembelihan berlangsung selama empat hari, yakni tanggal 10 Dzulhijjah hingga 13 Dzulhijjah. Apabila hewan kurban disembelih setelah terbenamnya matahari pada 13 Dzulhijjah, maka kurbannya tidak sah.

Ada dua hadis yang memperkuat diperbolehkannya menyembelih kurban pada hari tasyrik sebagai berikut.

Ali Ra, Imam Syafii, Atha', dan Al-Hasan mengatakan berdasarkan hadis Jubair bin Muthim yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

كُلِّ أَيَّامِ التَشْرِيقِ ذَبح

Artinya: Semua hari tasyrik adalah waktu penyembelihan kurban.

Sementara dalam hadis lain juga disebutkan:

أَيَّامُ مُنَى كُلَّهَا ذَبِّحُ

Artinya: Seluruh hari Mina adalah waktu penyembelihan. (HR Ahmad dan Daruquthni, Ibnu Hibban, dan Baihaqi)

Doa Menyembelih Hewan Kurban

Ada tiga macam doa yang dilafalkan ketika menyembelih hewan kurban, yaitu doa menyembelih hewan kurban untuk diri sendiri, untuk orang lain, dan untuk tujuh orang. Berikut doa menyembelih hewan kurban.

1. Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk Diri Sendiri

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Arab Latin: Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm.

Artinya: Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Mu. Karenanya Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku.

2. Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk Orang Lain

(....) بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ إِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنْ

Arab Latin: Bismillah wallahu akbar. Allahumma minka wa ilaika, fataqabbal min ... (ucapkan nama pemilik hewan kurban).

Artinya: Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, Ya Allah, kurban ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah kurban (ucapkan nama pemilik hewan kurban).

3. Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk Tujuh Orang

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِن... يَا كَرِيْمُ

Arab Latin: Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal min (ucapkan nama ketujuh pemilik hewan kurban) yâ karîm.

Artinya: Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini kami bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada-Mu. Karenanya Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrub kami.

Tata Cara Menyembelih Hewan Kurban

Melaksanakan kurban tidak hanya sekadar menyembelih hewan, tetapi juga melibatkan jiwa dengan membaca doa serta mengikuti tata cara yang telah ditetapkan dalam syariat. Berikut ini tata cara yang bisa dilakukan.

1. Persiapan Sebelum Penyembelihan

Sebelum proses penyembelihan dilakukan, penting untuk memastikan bahwa hewan kurban telah memenuhi ketentuan syariat Islam, seperti cukup usia, dalam kondisi sehat, dan tidak memiliki cacat.

Hal ini bertujuan agar ibadah kurban yang dilakukan sah dan sesuai dengan tuntunan agama. Selain itu, hewan yang dipilih sebaiknya merupakan hewan yang berkualitas dan sesuai dengan kemampuan pekurban.

Tidak kalah penting, perlengkapan penyembelihan juga harus dipersiapkan dengan baik, terutama pisau yang harus diasah hingga tajam agar proses penyembelihan berlangsung cepat, lancar, dan tidak menyakiti hewan lebih lama.

2. Membaca Niat

Sebelum pelaksanaan penyembelihan, hendaknya muslim membaca niat dalam hati untuk berkurban semata-mata karena Allah SWT. Niat ini menjadi landasan utama dalam ibadah kurban, sebagai bentuk ketaatan dan pengharapan akan rida-Nya.

3. Membaca Selawat

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Arab Latin: Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.

Artinya: Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad Saw dan keluarganya.

4. Mengumandangkan Takbir dan Tahmid

Sebelum proses penyembelihan dimulai, bacalah takbir sebanyak tiga kali dan diikuti tahmid satu kali sebagai penanda dimulainya ibadah kurban serta pengagungan kepada Allah SWT.

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ

Arab Latin: Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd.

Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu.

5. Membaca Doa Penyembelihan

Setelah membaca takbir, proses penyembelihan hewan kurban dilanjutkan dengan membaca doa penyembelihan sesuai dengan niat dan peruntukannya, baik untuk diri sendiri maupun atas nama orang lain.

Doa ini menjadi bagian dari adab penting dalam ibadah kurban yang menegaskan bahwa penyembelihan dilakukan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, sekaligus memastikan ibadah tersebut dilakukan dengan penuh kekhusyukan dan sesuai tuntunan syariat Islam.

6. Proses Penyembelihan Sesuai Syariat

Setelah membaca doa, dilanjutkan penyembelihan dengan cara yang benar menurut syariat Islam, yakni dengan memotong bagian yang tepat menggunakan alat tajam secara cepat agar meminimalkan rasa sakit pada hewan.

7. Pengolahan dan Distribusi Daging Kurban

Setelah disembelih, hewan dipotong dan dibagi menjadi beberapa bagian untuk kemudian didistribusikan kepada pihak yang berhak, seperti fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan.



(irb/hil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads