Apa yang Dilakukan Saat Malam Takbiran Idul Adha? Ini Sunnahnya

Apa yang Dilakukan Saat Malam Takbiran Idul Adha? Ini Sunnahnya

Salma Nisrina Fahriyyah - detikJatim
Selasa, 26 Mei 2026 14:00 WIB
Ilustrasi suasana malam takbiran Idul Adha.
Ilustrasi suasana malam takbiran Idul Adha (Foto: Gemini AI)
Surabaya -

Banyak umat yang menghabiskan malam takbiran Idul Adha dengan keliling kota, nongkrong, atau sekadar menikmati suasana Lebaran kurban. Padahal, malam sebelum Idul Adha termasuk salah satu malam istimewa yang dianjurkan untuk dihidupkan dengan ibadah. Bahkan, sebagian ulama menyebutnya sebagai malam penuh keberkahan dan waktu mustajab untuk berdoa.

Sayangnya, tidak sedikit yang justru melewatkan sunnah-sunnah penting di malam takbiran karena terlalu fokus pada kemeriahannya. Berikut penjelasan lengkap tentang sunnah dan amalan yang bisa dilakukan saat malam takbiran Idul Adha.

Keistimewaan Malam Takbir

Dilansir dari detikHikmah yang menukil dari buku Bekal Ramadhan dan Idul Fithri oleh Saiyid Mahadhir, takbiran termasuk sunnah Idul Fitri. Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 185,

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya: "Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."

ADVERTISEMENT

Hal yang sama juga ditegaskan dalam kitab Raudlatut Thalibin, di mana pada malam menyambut Hari Raya Idul Adha, umat Islam diperintahkan untuk mengagungkan dan menghidupkan malam hari raya dengan beribadah.

فَيُسْتَحَبُّ التَّكْبِيرُ الْمُرْسَلُ بِغُرُوبِ الشَّمْسِ فِي الْعِيدَيْنِ جَمِيعًا، وَيُسْتَحَبُّ اسْتِحْبَابًا مُتَأَكَّدًا، إِحْيَاءُ لَيْلَتَيِ الْعِيدِ بِالْعِبَادَةِ

Artinya: Disunahkan mengumandangkan takbir pada malam hari raya mulai terbenamnya matahari, dan sangat disunahkan juga menghidupkan malam hari raya tersebut dengan beribadah.

Malam takbiran juga disebut sebagai Lailatul Jaiza. Arti dari Lailatul Jaiza ini adalah malam pembagian hadiah karena pada malam itu muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan agar memperoleh berkah hingga kemuliaan dari Allah SWT. Karena itu, Nabi Muhammad SAW menganjurkan muslim menghidupi malam takbir. Anjuran ini disebutkan dalam hadits berikut,

"Barangsiapa yang menghidupkan malam Idul Fitri dan Idul Adha atas dasar perintah Allah, maka hatinya tidak akan pernah mati pada hari semua hati mati." (HR Ath Thabrani, Ad Daruquthni, dan Ibnu Majah dari Ubadah bin Shamit)

Menurut buku 12 Bulan Mulia oleh Abdurrahman Ahmad, umat Islam disunnahkan untuk memperbanyak lantunan takbir ketika malam Idul Fitri. Takbir dapat dilantunkan setelah salat fardhu, di masjid-masjid dan semacamnya.

Umat Islam dianjurkan memperbanyak bacaan takbir pada malam Hari Raya Idul Adha. Takbiran Idul Adha dapat dilakukan sejak Hari Arafah pada 9 Dzulhijjah, hingga akhir hari tasyrik yakni pada 13 Dzulhijjah.

Berbeda dengan takbiran Idul Fitri yang dilakukan hanya sekali yakni pada malam 1 Syawal. Untuk Idul Adha, takbirannya berlangsung selama 5 hari berturut-turut, sebagaimana seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Sunnah dan Amalan yang Dilakukan Saat Malam Takbiran Idul Adha

Dilansir dari detikHikmah yang mengutip dari buku Tuntunan Puasa, Tarawih, dan Shalat Idul Fitri yang disusun Hamka, berikut sejumlah amalan yang bisa dikerjakan muslim pada malam takbiran Idul Adha.

1. Membaca Zikir

Muslim bisa membaca zikir pada malam takbiran Idul Adha. Dengan begitu, seseorang akan lebih merasa dekat kepada Allah SWT.

Anjuran zikir dalam Islam tercantum dalam beberapa dalil, salah satunya melalui surah Al Ahzab ayat 41-42.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang."

2. Sholat Isya dan Subuh Berjamaah

Selain berzikir, muslim bisa mengerjakan sholat Isya dan Subuh secara berjamaah ketika malam takbiran. Sebagaimana diketahui, sholat jemaah merupakan amalan yang mulia dan diganjar kebaikan berlipat ganda.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Sholat seorang laki-laki secara berjamaah dilipatgandakan pahala sebanyak 25 kali lipat daripada sholat di rumah atau di pasarnya." (HR Bukhari)

3. Memanjatkan Doa

Sebagai seorang muslim, sudah sepantasnya kita berdoa kepada Allah SWT. Amalan ini termasuk salah satu yang bisa dikerjakan pada malam takbiran. Apalagi, malam takbiran Idul Adha termasuk salah satu waktu mustajab untuk memohon dan meminta kepada Allah SWT.

Imam Al-Baihaqi meriwayatkan dari Imam Syafi'i, ia berkata:

"Telah sampai kepada kami bahwa Al-Syafi'i mengatakan, 'Sesungguhnya doa itu mustajab pada lima malam; malam Jumat, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan Rajab dan malam Nisfu Syaban."

Salah satu doa yang dianjurkan untuk dipanjatkan menjelang hari raya Idul Adha adalah doa sapu jagat. Doa sapu jagat adalah doa untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat. Doa ini juga sering dipanjatkan untuk meminta rezeki dan kesehatan. Menurut sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, doa sapu jagat termasuk doa yang paling banyak dibaca oleh Rasulullah SAW.

Berikut lafaz doanya:

اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Arab latin: Allāhumma rabbanā ātinā fid duniya hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā 'adzāban nār.

Artinya, "Ya Allah, Tuhan kami, berikanlah kebaikan kepada kami di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka."




(ihc/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads