Musim Pancaroba Datang, Ini Penyakit yang Perlu Diwaspadai dan Solusinya

Anastasia Trifena - detikJatim
Selasa, 21 Apr 2026 22:00 WIB
Ilustrasi penyakit di musim pancaroba. Foto: Shutterstock
Surabaya -

Musim pancaroba mulai melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur (Jatim) seiring kondisi cuaca yang tidak menentu. Pagi cerah, siang berawan, malamnya tiba-tiba hujan. Peralihan musim ini menyebabkan perubahan suhu dan kelembapan yang ekstrem dalam waktu singkat.

Akibatnya, sejumlah gangguan kesehatan pun mulai bergentayangan. Infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, maupun gangguan pencernaan, menjadi sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat di tengah periode pancaroba ini.

Apa Itu Musim Pancaroba?

Musim pancaroba merupakan periode peralihan antara dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau maupun sebaliknya. Merangkum dari berbagai laman kesehatan, fase ini terjadi secara berkala di wilayah tropis, termasuk Indonesia yang dilalui garis khatulistiwa.

Pada masa pancaroba, kondisi cuaca cenderung tidak menentu dan berubah-ubah dalam waktu singkat. Dalam satu hari misalnya, masyarakat bisa merasakan panas terik, tiba-tiba hujan, maupun angin kencang. Perubahan suhu dan kelembapan udara yang fluktuatif inilah yang menjadi ciri khas utama musim pancaroba.

Di Indonesia, musim pancaroba umumnya terjadi dua kali dalam setahun, yakni saat peralihan dari musim hujan ke musim kemarau sekitar Maret-Mei, serta dari musim kemarau ke musim hujan pada periode September-November.

Penyakit Apa Saja yang Mengintai?

Perubahan suhu, kelembapan, dan tekanan udara pada musim pancaroba dapat mempengaruhi daya tahan tubuh. Kondisi ini kerap menyebabkan imunitas menurun sehingga tubuh menjadi lebih rentan terserang berbagai penyakit.

Fase pancaroba menjadi periode yang cukup rawan terhadap peningkatan kasus penyakit tertentu di masyarakat. Dalam kondisi tersebut, sejumlah penyakit lebih mudah muncul dan menyebar. Merangkum dari Jurnal Ekologi Kesehatan, beberapa penyakit yang dimaksud sebagai berikut.

  • Flu
  • Batuk
  • Demam
  • Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
  • Malaria
  • Diare
  • Demam berdarah
  • Alergi atau gatal-gatal, hingga leptospirosis.

Penyakit-penyakit ini umumnya dipicu perubahan lingkungan, penyebaran virus, serta meningkatnya perkembangbiakan vektor penyakit seperti nyamuk di saat musim hujan.

Selain itu, genangan air yang sering muncul saat curah hujan tinggi juga menjadi faktor pendukung meningkatnya risiko penyakit. Lingkungan yang lembap dan tidak bersih dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk maupun bakteri, sehingga perlu lebih waspada terhadap potensi penularan penyakit selama pancaroba.

Tips Menjaga Kesehatan di Musim Pancaroba

Menjaga kesehatan adalah langkah penting yang perlu ditempuh saat musim pancaroba agar tubuh tetap bugar di tengah perubahan cuaca ekstrem. Ada sejumlah tips sederhana yang bisa diterapkan untuk menjaga imunitas tubuh selama musim tak menentu ini, yakni sebagai berikut.

1. Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan

Menjaga kebersihan menjadi langkah utama untuk mencegah masuknya kuman dan virus penyebab penyakit. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, terutama sebelum makan dan setelah beraktivitas dapat mengurangi risiko penularan penyakit secara signifikan.

Selain itu, lingkungan yang bersih juga berperan penting dalam menekan penyebaran penyakit. Membersihkan rumah secara rutin, serta menghindari penggunaan barang pribadi secara bergantian dapat membantu menjaga tubuh tetap terlindungi di tengah cuaca pancaroba yang tidak stabil.

2. Rutin Olahraga

Olahraga secara teratur dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit. detikers dapat mencoba jalan cepat, bersepeda, atau berenang guna melancarkan peredaran darah dan memperkuat sistem imun tubuh.

Dengan berolahraga minimal 150 menit per minggu untuk intensitas sedang, tubuh akan lebih siap menghadapi perubahan cuaca. Selain menjaga kebugaran, olahraga juga membantu mengurangi stres yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan secara keseluruhan.

3. Tidur Cukup

Kualitas tidur yang baik sangat berpengaruh terhadap kekuatan sistem imun tubuh. Saat tidur, tubuh melakukan proses pemulihan sehingga kurang tidur dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi.

Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar 7-8 jam setiap malam. Mengatur pola tidur yang teratur, menghindari penggunaan gawai sebelum tidur, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat.

4. Mengelola Stres dengan Baik

Stres yang tidak terkontrol dapat menurunkan daya tahan tubuh dan membuat seseorang lebih mudah sakit. Karena itu, penting untuk menjaga kondisi mental tetap stabil, terutama saat menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengelola stres antara lain melakukan hobi, meditasi, olahraga ringan, atau sekadar beristirahat sejenak dari rutinitas. Kondisi pikiran yang lebih tenang membuat tubuh lebih kuat menghadapi risiko penyakit.

5. Konsumsi Makanan Bergizi dan Cukup Cairan

Asupan makanan bergizi sangat penting untuk menjaga sistem imun tetap optimal. Konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, serta makanan yang kaya vitamin dan mineral dapat membantu tubuh lebih kuat melawan infeksi.

Selain itu, kebutuhan cairan juga harus terpenuhi dengan baik. Minum air putih yang cukup setiap hari membantu menjaga fungsi organ tubuh tetap optimal sekaligus mencegah dehidrasi yang dapat memperburuk kondisi kesehatan saat musim pancaroba.



Simak Video "Video Ini Anjuran Dokter Bila Kamu Menderita ISPA-DBD di Musim Pancaroba"

(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork