Perbakin Surabaya Nonaktifkan JL Pelaku Pelecehan Atlet

Perbakin Surabaya Nonaktifkan JL Pelaku Pelecehan Atlet

Faiq Azmi - detikJatim
Sabtu, 13 Jun 2026 11:45 WIB
Perbakin Surabaya buka suara soal pelecehan seksual atlet
Perbakin Surabaya buka suara soal pelecehan seksual atlet/Foto: Faiq Azmi/detikJatim
Surabaya -

Ketua Harian Perbakin Surabaya, Hadi Susilo memastikan, pihaknya telah menonaktifkan JL dari kepengurusan Perbakin Surabaya. Selain itu, Perbakin Surabaya menyebut, JL bukan merupakan pelatih karena tidak punya sertifikasi kepelatihan.

"Kami membenarkan terduga adalah salah satu pengurus Perbakin Surabaya. Per 12 Juni kami sudah menonaktifkan terduga (JL) dan terduga sudah tidak menjadi pengurus Anggota Perbakin Surabaya lagi," kata Hadi Susilo saat konferensi pers di Surabaya, Sabtu (13/6/2026).

Hadi menegaskan, terduga JL bukanlah seorang pelatih resmi Perbakin Surabaya. JL disebut hanya pengurus Perbakin Surabaya yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bidang Tembak Reaksi Perbakin Surabaya dan membuka les privat latihan menembak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyak beredar terduga adalah pelatih Perbakin Surabaya, itu tidak benar. Terduga bukan pelatih resmi, tapi terduga punya les-lesan atau pelatihan privat. Kebetulan terduga menyewa tempat di area Perbakin Jatim dan pelatihannya ini bukan resmi Perbakin Surabaya," bebernya.

ADVERTISEMENT

Hadi menegaskan, Perbakin Surabaya tidak memberikan bantuan hukum kepada JL. Pihaknya juga berada di pihak korban dan mendukung penuh aparat kepolisian mengusut tuntas.

"Kami seluruh pengurus Perbakin Surabaya prihatin, marah, dan kecewa atas kejadian ini. Perbakin Surabaya memposisikan diri di pihak korban dan kronologi kami serahkan sepenuhnya ke teman-teman Porlestabes Surabaya Unit PPA. Kami yakin Polrestabes Surabaya bisa menguak kasus ini sebaik-baiknya dan presisi," tegasnya.

Sebelumnya, kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret mantan pengurus Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) Surabaya berinisial JL sempat bikin heboh. Korbannya adalah DS (15), atlet perempuan di bawah umur yang selama ini dibina dalam cabang olahraga menembak.

Keluarga korban mengungkap sejumlah fakta yang diduga terjadi selama proses latihan hingga pendampingan atlet. Akibat peristiwa tersebut, korban disebut mengalami trauma mendalam dan kini enggan kembali menekuni olahraga yang selama dua tahun terakhir digelutinya.

Kepala DP3APPKB Surabaya Ida Widayati mengatakan, pihaknya telah melakukan pendampingan dan menggali keterangan korban terkait kronologi peristiwa yang dialaminya.

Dari hasil pendampingan yang dilakukan, DP3APPKB menyebut tentang pentingnya peran ayah dalam membangun kedekatan dan komunikasi dengan anak.

"Jadi kita menyampaikan ke orang tua, bahwa menurut kita itu ada sosok yang hilang di korban ini. Karena bapaknya sibuk bekerja, jadi memang enggak terlalu dekat dengan anaknya," kata Ida saat dihubungi, Jumat (12/6/2026).

Menurut Ida, korban kemudian menemukan sosok lain yang memberikan perhatian kepadanya, yakni JL. Kedekatan itu lalu terjalin hingga korban merasa percaya kepada terduga pelaku.

"Kita mengedukasi anak ini juga, bahwa yang dia lakukan itu keliru, kita juga mengedukasi orang tuanya juga untuk untuk menjalin komunikasi dengan anak itu. Peran ayah itu penting banget gitu," jelasnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads